Bandar LampungLampung

Diguyur Hujan Deras, Pasutri di Bandar Lampung Tewas Tertimbun Longsor Saat Sedang Makan

37
×

Diguyur Hujan Deras, Pasutri di Bandar Lampung Tewas Tertimbun Longsor Saat Sedang Makan

Sebarkan artikel ini
Rumah keluarga Alm. M. Ramin yang hanur setelah tertimpa longsoran pondasi || Foto: 5W1HINDONESIA.ID
Rumah keluarga Alm. M. Ramin yang hanur setelah tertimpa longsoran pondasi || Foto: 5W1HINDONESIA.ID

5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung – Pasangan suami Istri (Pasutri) di Bandar Lampung tewas setelah tertimpa longsoran reruntuhan pondasi. Hal itu disebabkan akibat hujan dengan insensitas tinggi pada, Jumat malam (21/2/2025).

Peristiwa nahas itu terjadi di jalan Sisingamaraja, Gg. Kelinci Kel. Gedong Air, Kecamatan Tanjung Karang Barat dimana pada saat itu keluarga Alm. M Ramin tengah berkumpul di rumahnya.

Menurut kesaksian warga sekitar, pondasi mulai runtuh setelah hujan kedua cukup deras mengguyur daerah tersebut yang menagkibatkan runtuhnya pondasi rumah.

“Jadi sekitar jam 22.00 WIB sudah mendengar suara akan runtuh. Dalam hitungan detik akhirnya pondasi di belakang rumah korban itu runtuh,” terang Dodi warga sekitar.

Baca Juga  Kolaborasi BP2MI dan Karang Taruna di Lampung Timur, Luncurkan Program Koper PMI

Dodi juga menerangkan, di rumah tersebut berisi 4 orang yang terdiri dari 2 anak dan orang tuanya. Pada saat kejadian, anaknya sedang berada di ruangan lain.

“Kalau istrinya, kepalanya kelihatan luka. Sedangkan suaminya, dia sedang duduk lagi makan karena saat evakuasi ada pirim di depannya, jadi ketimpa dan tertimbun. Untuk kedua anaknya itu sepertinya ada di ruangan lain,” kata dia.

Baca Juga  Kunjungi Satgas Covid-19 di Kecamatan/Kelurahan, Wali Kota Eva Minta Tingkatkan Kinerja Lagi

Pada saat kejadian, warga sekitar langsung berusaha menyelamatkan orang yang ada di dalam rumah. Dodi dan warga yang ada di lokasi sempat mencari orang tua dari dua anak balita yang ditemukan selamat.

“Kami sempat mengira orang tuanya lagi kerja atau lagi keluar. Tapi ada 1 anaknya yang teriak sambil nangis manggil Ibunya dari situ kita coba gali ternyata ada tertimpa disitu,” ungkapnya.

Karena kedua korban tertimpa reruntuhan sehingga sulit di evakuasi oleh warga, akhirnya warga memanggil Damkar dan setelahnya datang dari BPBD dan pihak kepolisian.

Baca Juga  13 Langkah Jitu Pemkot Bandar Lampung Atasi Banjir di Bandar Lampung

Korban baru bisa di evakuasi dan di larikan ke rumah sakit pukul 04.00 WIB dini hari dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Rio, tetangga korban berusaha mengamankan anaknya yang berumur 5 tahun dan 1 tahun. ia mengatakan anaknya saat ini ada di rumah keluarga korban yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Anaknya sudah kita selamatkan dan saat ini ada di rumah keluarga orang tuanya,” pungkasnya.