5W1HIndonesia.id, Tulang Bawang Barat – Dalam rangka mendorong literasi dan inklusi keuangan, khususnya di sektor pasar modal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, dan Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar Edukasi Pasar Modal dan Pembukaan Rekening Saham bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), perangkat daerah, tenaga pendidik, dan perangkat desa.
Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid, dengan menggabungkan partisipasi secara langsung (tatap muka) di lokasi acara dan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala OJK Provinsi Lampung yang diwakili oleh Kepala Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1, Nurwanto; Ketua BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution; Sekretaris Daerah Provinsi Lampung yang diwakili Kepala Biro Perekonomian, Rinvayanti; serta Bupati Tulang Bawang Barat, Bapak Novriwan Jaya.
Turut hadir perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Lampung dan PT Phintraco Sekuritas.
Dalam sambutannya, OJK Provinsi Lampung menegaskan bahwa TPAKD
merupakan forum koordinasi lintas instansi yang dibentuk untuk mempercepat akses keuangan formal dan membangun masyarakat yang mandiri secara finansial, produktif, dan berdaya saing.
Kegiatan ini selaras dengan Program Tematik TPAKD Nasional Tahun 2025, yaitu Akselerasi Pemanfaatan Produk dan Layanan Industri Keuangan di Pasar Modal.
“Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan tingkat literasi keuangan nasional sebesar 66,46% dan inklusi keuangan sebesar 80,51%. Kelompok ASN menjadi segmen dengan capaian tertinggi, yakni literasi di atas 85% dan inklusi di atas 95,” paparnya.
Potensi ini harus dimanfaatkan untuk mendorong edukasi dan perluasan akses keuangan kepada masyarakat luas,” ujar Nurwanto.











