LampungPemerintahanPringsewu

OJK Provinsi Lampung Gelar Product Matching, Edukasi Pasar Modal, dan Pembukuan Rekening Saham di Pringsewu

29
×

OJK Provinsi Lampung Gelar Product Matching, Edukasi Pasar Modal, dan Pembukuan Rekening Saham di Pringsewu

Sebarkan artikel ini
OJK Provinsi Lampung bersama TPAKD Kabupaten Pringsewu, Pemerintah Provinsi Lampung, dan Pemerintah Kabupaten Pringsewu menggelar kegiatan Edukasi dan Pembukaan Rekening Saham bagi Pelaku UMKM Perempuan || Foto: OJK Provinsi Lampung
OJK Provinsi Lampung bersama TPAKD Kabupaten Pringsewu, Pemerintah Provinsi Lampung, dan Pemerintah Kabupaten Pringsewu menggelar kegiatan Edukasi dan Pembukaan Rekening Saham bagi Pelaku UMKM Perempuan || Foto: OJK Provinsi Lampung

Dalam sambutan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung yang diwakili Kepala Biro Perekonomian, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi semua pihak, terutama OJK, dalam mendorong tercapainya target inklusi keuangan daerah sebesar 85,5% pada 2025 dan 97,2% pada 2045.

Dengan jumlah lebih dari 46 ribu pelaku UMKM di Pringsewu, perluasan akses keuangan diyakini akan memperkuat ekonomi lokal dan mendorong UMKM naik kelas.

Bupati Kabupaten Pringsewu yang diwakili oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pringsewu menegaskan bahwa literasi keuangan memiliki peran penting untuk melindungi masyarakat dari investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan praktik keuangan merugikan lainnya.

Baca Juga  Bersama Pemkab Pringsewu, OJK Lampung Gelar Sosialisasi Dangdut Edukasi ke Pelajar SD

Ia berharap para pelaku UMKM
dapat memanfaatkan fasilitas pembiayaan dan investasi untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan keluarga.

Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung turut berperan penting dalam kegiatan ini dengan memaparkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025.

Baca Juga  Nyalon Kapala Daerah, Anna-Fritz Akan Konsen Wujudkan Metro Unggul

SNLIK merupakan instrumen nasional yang digunakan untuk mengukur tingkat pemahaman dan pemanfaatan produk serta layanan keuangan formal oleh masyarakat Indonesia.

Data yang dihasilkan BPS menjadi dasar bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk merumuskan
kebijakan, menetapkan target, serta merancang program strategis dalam
meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, termasuk di Kabupaten Pringsewu.

Melalui penyajian data yang akurat dan terukur, BPS membantu memastikan bahwa intervensi yang dilakukan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  Pemenuhan Gizi Seimbang jadi Fondasi Utama dalam Pencegahan Stunting

Melalui kegiatan ini, OJK Provinsi Lampung berharap UMKM perempuan di Pringsewu dapat menjadi agen perubahan dalam menyebarkan pemahaman keuangan di lingkungannya, sekaligus menjadi lebih mandiri secara finansial, produktif, dan berdaya saing.

Sinergi lintas pihak diharapkan terus terjaga agar TPAKD menjadi motor penggerak kemajuan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (Rls/SA)