“Kami melakukan update cuaca setiap hari melalui tiga pos BMKG: Maritim, Cuaca, dan Kegempaan yang terhubung dengan BPBD Provinsi Lampung. Gubernur Lampung juga telah dua kali mengeluarkan imbauan dan menggelar rapat lintas sektor sebagai langkah mitigasi,” terang Ganjar.
Ia menambahkan bahwa komunikasi kebencanaan di Lampung telah berjalan melalui berbagai kanal, mulai dari media sosial, rilis berita, hingga video singkat.
“Kami membutuhkan panduan narasi dari Bakom RI agar penyampaian informasi kebencanaan di seluruh daerah dapat seragam dan mudah dipahami masyarakat,” imbuhnya.
Bakom RI menegaskan pihaknya akan menyiapkan strategi komunikasi nasional terkait antisipasi bencana, lengkap dengan narasi utama yang dapat digunakan oleh seluruh Diskominfo daerah.
Usai sesi pemaparan, perwakilan daerah juga diberikan kesempatan memberikan update kondisi terkini, termasuk dari Kabupaten Nias Utara yang melaporkan adanya hujan ekstrem dan banjir sejak 10 Desember.
Bakom juga menginformasikan bahwa telah tersedia grup WhatsApp resmi sebagai kanal berbagi informasi antar pemerintah daerah. Daerah yang belum bergabung diharapkan segera masuk agar penyebaran informasi kebencanaan dapat berjalan cepat dan menyeluruh.
Melalui rapat ini, pemerintah pusat dan daerah berkomitmen memperkuat koordinasi komunikasi publik dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
“Kita ingin memastikan masyarakat siap menghadapi kondisi cuaca ekstrem melalui informasi yang jelas, cepat, dan terpercaya,” pungkas Anita Irawati. (Rls/SA)











