Gubernur juga menyampaikan bahwa Lampung memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi syariah di Sumatera yang didukung oleh sektor pertanian, UMKM, industri halal, pondok pesantren, serta potensi zakat dan wakaf produktif.
“Ketika desa berkembang, UMKM naik kelas, petani memperoleh nilai tambah, dan akses pembiayaan semakin terbuka, maka ekonomi Lampung akan bergerak semakin kuat dan berkelanjutan,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, LaSEF 2026 juga menghadirkan solusi nyata terhadap isu strategis daerah melalui program Wakaf Sumur Produktif guna membantu menjaga produktivitas petani di tengah tantangan perubahan iklim dan dampak El Nino.
Gubernur mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Bank Indonesia, OJK, perbankan syariah, akademisi, ulama, pelaku usaha, hingga masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem ekonomi syariah di Provinsi Lampung.
“Ekonomi syariah akan menjadi kekuatan besar apabila seluruh elemen mampu berjalan dalam satu orkestrasi untuk mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan,” ujarnya. (Rls/SA)











