Selain menghasilkan dokter yang berkualitas, Fakultas Kedokteran Unila juga memiliki peran penting dalam pendidikan, penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, serta pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan.
“Kehadiran Fakultas Kedokteran Unila menjadi salah satu kekuatan daerah dalam menyiapkan tenaga kesehatan yang kompeten, sekaligus memahami kebutuhan dan karakteristik masyarakat di Provinsi Lampung,” ujarnya.
Wagub berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, rumah sakit, fasilitas pelayanan kesehatan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dapat terus diperkuat.
Ia juga mendorong para dokter baru untuk tidak membatasi kontribusinya hanya di lingkungan rumah sakit maupun fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi turut mengambil peran dalam pembangunan daerah dan negara.
Menurutnya, pendidikan kedokteran membentuk kemampuan berpikir secara sistematis yang dapat menjadi modal bagi para dokter untuk ikut menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan.
“Menjadi dokter tidak akan melulu mengurus yang namanya patofisiologi penyakit, bagaimana farmakologinya dan lain sebagainya. Menjadi dokter juga bagaimana bisa memberikan manfaat dan melihat dinamika persoalan kesehatan, sosial, ekonomi dan lain sebagainya,” katanya.
Wagub juga mengajak para dokter baru untuk terus mengembangkan diri dan tidak ragu mengambil bagian dalam ruang-ruang strategis apabila memiliki kesempatan untuk memberikan gagasan dan solusi bagi pembangunan.
“Kalau ada kesempatan untuk bisa mengisi ruang-ruang strategis pemerintahan, karena seluruh rangkaian kehidupan juga akan diatur oleh kebijakan, maka jika merasa mampu membantu menguraikan permasalahan dan menciptakan gagasan-gagasan yang luar biasa, ayo sama-sama membangun negara, membangun daerah,” ajaknya.
Sementara itu, Rektor Universitas Lampung yang diwakili Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi (Wakil Rektor IV) Universitas Lampung, Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., menyampaikan ucapan selamat kepada 102 dokter baru Fakultas Kedokteran Unila.
Prof. Ayi menegaskan bahwa Sumpah Dokter bukan merupakan akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar sebagai seorang profesional di bidang kesehatan.
“Sumpah dokter, this is not the end, this is just the beginning. Baru disumpah,” ujarnya.
Ia mengingatkan para dokter baru untuk senantiasa menjaga kepercayaan masyarakat melalui setiap keputusan dan tindakan dalam menjalankan profesinya.
Para dokter juga diharapkan membawa ilmu dengan kerendahan hati, mendengarkan pasien dengan sungguh-sungguh, memberikan penjelasan secara jujur, memahami batas kemampuan, serta tidak ragu meminta pendapat sejawat maupun merujuk pasien pada waktu yang tepat.
“Keberanian meminta pendapat sejawat atau merujuk pasien pada saat yang tepat adalah bagian daripada profesionalisme, bukan tanda kelemahan,” katanya.
Prof. Ayi juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan keluarga, dosen, pembimbing akademik, pembimbing klinis, tenaga kependidikan, rumah sakit, serta seluruh mitra yang telah mendukung proses pendidikan hingga para mahasiswa berhasil menyandang gelar dokter.
Ia berharap Fakultas Kedokteran Unila bersama jejaring alumninya terus menyediakan ruang mentoring, pembelajaran, dan pertukaran pengalaman bagi para dokter baru.
“Menuju Indonesia Emas 2045 bangsa ini memerlukan manusia yang sehat, terdidik, produktif dan mampu hidup bermartabat. Anak-anak yang Saudara layani hari ini akan menjadi bagian dari generasi penentu masa depan Indonesia,” pungkasnya. (Rls/SA)











