Samsudin mengajak semua pihak untuk saling bersinergi menurunkan stunting pada Tahun 2024 yang selaras dengan program prioritas yang ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo.
Melalui program-program intervensi gizi, peningkatan akses air bersih dan sanitasi, serta edukasi gizi bagi ibu hamil dan menyusui, ia berharap dapat tercapai target penurunan angka stunting yang signifikan.
“Kabupaten Lampung Timur memiliki potensi besar untuk menjadi daerah yang bebas dari stunting jika kita semua bersatu padu dalam menghadapi tantangan ini,” tandasnya.
Pada kesempatan tersebur, Pemerintah Provinsi Lampung juga melaksanakan pasar murah yang menyediakan komoditi-komoditi pokok seperti gula, tepung, minyak goreng, beras dan lain-lain.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Lampung terhadap masyarakat, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Samsudin berharap pasar murah ini dapat meringankan beban masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di pasaran khususnya di Kabupaten Lampung Timur.
Dalam kesempatan tersebut juga, Samsudin memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat Lampung Timur yaitu, diantaranya bantuan alat kesehatan, paket sembako, kursi roda, budidaya ikan dalam ember (budidamber), alat dan produk pertanian, dan instalasi listrik gratis. (Rls/SA)











