Ia berpesan melalui pelaksanaan MTQ ini, hendaknya dimaknai bukan semata-mata untuk mengidentifikasi para qori dan qoriah maupun kafilah yang terbaik, akan tetapi menjadi media untuk kita memperkuat komitmen dalam rangka mengagungkan dan memuliakan Aquran sebagai wahyu Ilahi yang menjadi pedoman utama kita sebagai umat muslim.
“Kedudukannya sebagai mukjizat yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW, sudah sepatutnya kita memuliakan dengan cara mengaji dan mengkaji sebagai tanda kita memuliakan Alquran,” ujarnya.
Samsudin mengajak untuk bersama berdoa dan berikhtiar semoga kegiatan MTQ ke-51 ini dapat memberi bekas serta berpengaruh besar terhadap perilaku dan kehidupan masyarakat muslim yang ada di Provinsi Lampung.
Ketua Umum LPTQ Provinsi Lampung M. Firsada menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan MTQ ini berjalan dengan sukses berkat dari sinergi dan optimalisasi potensi sumber daya yang dimiliki agar dapat memberikan pelayanan yang prima, serta keamanan dan kenyamanan kepada seluruh kafilah.
Ia menghaturkan permohonan maaf jika dalam pelaksanaan MTQ ke-51 ini terdapat kekurangan dan kelalaian.
Guna memantik dan merangsang lahirnya potensi asli daerah, Firsada mengatakan bahwa LPTQ Provinsi Lampung telah melakukan terobosan dengan memberlakukan 10 golongan pemula, dimana pesertanya wajib berdomisili secara kependudukan dan terverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Lampung sebagai penduduk Kabupaten/Kota yang bersangkutan.
Firsada mengucapkan selamat kepada para juara yang telah meraih prestasi dalam MTQ ini.
Ia berpesan kepada para juara untu terus meningkatkan kemampuan yang dimiliki dan jangan berpuas diri karena telah berprestasi di tingkat Provinsi.
“Perjalananmu masih panjang, karena pada tahun depan MTQ tingkat nasional sudah menanti. Tanamkanlah dalam diri masing-masing keinginan yang kuat agar menjadi qori dan qoriah nasional bahkan internasional,” tandasnya. (Rls/SA)











