“Eco enzym juga meningkatkan ketahanan ekonomi di rumah kita masing-masing serta masih banyak manfaat lainnya yang dapat diperoleh,” katanya.
Ibu Maidawati mengajak agar ke depan, kegiatan ini menjadikan peserta pelatihan untuk berperan aktif menjadi pelopor dalam pembuatan dan pemanfaatan eco enzym dirumah.
“Dan dapat menularkan ilmunya kepada keluarga, kerabat, dan tetangga di lingkungan kita masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Unila Lusmeilia Afriani mengatakan eco enzym bukan hanya sekadar sebuah inovasi, tetapi menjadi solusi yang sederhana, efektif, dan berdampak besar dalam pengelolaan limbah rumah tangga dan pelestarian lingkungan.
“Dengan memanfaatkan bahan-bahan organik sisa, kita dapat menciptakan produk yang serbaguna, bermanfaat, dan berkelanjutan. Hal ini tentu sejalan dengan visi kita untuk menciptakan lingkungan kampus yang bersih, sehat, dan menjadi teladan bagi masyarakat luas,” ujar Lusmeilia.
Hadir pada kesempatan itu, Pj. Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Lampung Siti Fatimah Fredy, pengurus DWP Pemerintah Provinsi Lampung dan Unila, serta ibu-ibu pengurus organisasi wanita lainnya. (Rls/SA)






