Bandar LampungLampung

Tinjau Lokasi Banjir, Pjs Gubernur: Kalau Perlu Bangun Bendungan

26
×

Tinjau Lokasi Banjir, Pjs Gubernur: Kalau Perlu Bangun Bendungan

Sebarkan artikel ini
Pjs. Gubernur Samsudin dan Wakil Walikota meninjau lokasi banjir di kelurahan Way Lunik || Foto: 5W1HINDONESIA.ID
Pjs. Gubernur Samsudin dan Wakil Walikota meninjau lokasi banjir di kelurahan Way Lunik || Foto: 5W1HINDONESIA.ID

5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung – Hari ke-3 Pjs. Gubernur Samsudin didampingi Wakil Walikota Deddy Amarulloh meninjau lokasi banjir besar yang melanda sejumlah daerah di Bandar Lampung pada Jumat (17/1) lalu.

Dalam kesempatan itu, rombongan bertolak ke kelurahan Way Lunik dan kelurahan Pesawahan yang diklaim menjadi daerah yang paling parah terdampak banjir.

Pjs. Gubernur beserta Wakil Walikota menyempatkan diri untuk melihat kondisi sekolah SD 1 Way Lunik dan beberapa rumah warga yang terdampak banjir serta memberikan sejumlah bantuan.

Baca Juga  Cegah Stunting dan Ciptakan Generasi Sehat, Gubernur Lampung Ajak Masyarakat Konsumsi Ikan

Dalam keterangannya, Pjs Gubernur Samsudin mengatakan pihaknya telah memberikan bantuan baik itu secara logistik dan tim untuk membantu membersihkan saluran dan lumpur yang mengendap di sekitar pemukiman warga.

Selain itu, lawatannya ke Way Lunik memastikan semua instruksi berjalan sesuai arahan dan di eksekusi dengan baik oleh dinas terkait.

Baca Juga  Sekdaprov Fahrizal Hadiri Paripurna DPRD Pembicaraan Tingkat II

“Kedepan, masalah seperti ini tidak boleh berulang karena masalah yang berulang menandakan tidak cepat tanggap,” kata Samsudin pada, Senin (20/1).

Ia pun mengatakan akan meninjau kembali kondisi saluran air yang menjadi penyebab banjir besar itu terjadi.

“Kita juga akan meninjau kondisi saluran air dan segera diperbaiki. Jika diperlukan kita bangun bendungan dan embung di sekitar saluran air itu,” imbuhnya.

Baca Juga  Pasca Banjir, Pemkot Bandar Lampung Perbaiki Talud dan Buka Posko Kesehatan

Samsudin juga menambahkan bahwa kejadian banjir besar yang terjadi di kecamatan Rajabasa tidak terjadi lagi.

“Saya juga memprediksi bahwa kejadian di Rajabasa tidak terjadi lagi setelah kami intervensi bersama BBWS, namun masalah banjir pindah ke tempat lain,” kata dia.

Dalam hal ini, perlu ada perbaikan yang dilakukan bersama agar hal tersebut tidak kembali berulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *