ArtikelEKBIS

REC PLN Dukung Pemerintah Ciptakan Ekosistem Investasi Berbasis Energi Bersih

30
×

REC PLN Dukung Pemerintah Ciptakan Ekosistem Investasi Berbasis Energi Bersih

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. PLN Siap Dukung transisi energi di IKN dengan pasokan listrik andal dan bersih || Foto: Dok. PLN
Ilustrasi. PLN Siap Dukung transisi energi di IKN dengan pasokan listrik andal dan bersih || Foto: Dok. PLN

5W1HIndonesia.id, Artikel – Upaya Indonesia terkait komitmennya dalam mengatasi perubahan iklim dicapai dengan akselerasi transisi energi kotor ke energi yang lebih ramah lingkungan.

Apalagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk mempercepat transisi energi nasional dan mengurangi emisi karbon.

Transisi energi bukan hanya terkait pengurangan emisi gas rumah kaca, tapi juga menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

Ya, dibalik geliatnya pertumbuhan ekonomi ada kebutuhan energi yang terus tumbuh. Maka desakan transisi menuju energi bersih untuk mengurangi dampak buruk perubahan iklim, mengurangi polusi udara, dan menjaga sumber daya alam yang terbatas menjadi kebutuhan dan bukan lagi pilihan.

Namun kenyataannya, transisi energi tak dapat dilakukan dengan tiba-tiba, melainkan bertahap.

Dalam hal ini, Indonesia tidak dapat berubah dari coklat menjadi hijau, secara tiba-tiba. Jadi harus ada transisi, suatu jalur yang melibatkan berbagai pihak terkait dengan saling bersinergi.

Baca Juga  63 Ribu Lebih UMKM dan IKM Manfaatkan Diskon Tambah Daya Listrik Super Merdeka

Misalnya dalam hal pembiayaan. Jadi harus ada pembiayaan transisi yang juga dapat diterima oleh para investor dan itu harus didorong dari komunitas global.

PLN sendiri sebagai perusahaan listrik yang melayani 92 juta pelanggan di Tanah Air telah mengimplementasikan berbagai inisiatif strategis untuk mengembangkan penggunaan energi terbarukan di Indonesia.

Beberapa langkah yang dilakukan sejauh ini di antaranya peningkatan kapasitas pembangkit energi terbarukan, penyelesaian proyek pembangkit energi terbarukan, hingga penerapan teknologi hijau.

PLN juga telah mengimplementasikan berbagai strategi untuk memperoleh pendanaan guna mendukung proyek-proyek pembangkit energi terbarukan.

Di antaranya penerbitan Green Bonds, kerja sama dengan lembaga keuangan internasional, investasi dalam infrastruktur jaringan transmisi hijau yang mendukung distribusi energi terbarukan.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menegaskan kesiapan PLN untuk mendukung visi Pemerintah dalam menciptakan ekosistem investasi yang berbasis energi bersih.

Baca Juga  Sempat Nikmati Listrik Malam Saja, Warga Pulau Pisang: Listrik Terang 24 Jam

Dalam hal ini, PLN telah memiliki layanan khusus untuk menjawab kebutuhan industri akan suplai listrik bersih yang andal dan terjangkau, dengan salah satu produk andalannya ialah Renewable Energy Certificate (REC).

“Melalui layanan ini, Kami siap mendukung arah investasi yang berkelanjutan yang tengah difokuskan Pemerintah. Langkah ini juga selaras dengan upaya kita untuk mencapai Net Zero Emissions (NZE) di tahun 2060,” tutur Darmawan, dikutip dari laman resmi.

Darmawan memaparkan, pasokan listrik dari layanan GEAS bersumber dari pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT). Sampai saat ini, layanan GEAS telah dinikmati oleh berbagai perusahaan nasional mau pun global di Tanah Air.

“Sejalan dengan tingginya komitmen sektor industri untuk mendukung dekarbonisasi di Indonesia, PLN menyediakan listrik hijau lewat REC yang diakui secara internasional. Setiap sertifikat REC membuktikan bahwa listrik per megawatt hour (MWh) yang digunakan berasal dari pembangkit EBT atau nonfosil,” kata Darmawan.

Baca Juga  Cepetan Daftar, PLN Gelar Kompetisi Inovasi Kelistrikan dengan Total Hadiah dan Pendanaan Rp 2,5 Miliar

Hingga September 2024, layanan listrik hijau REC PLN telah dinikmati ribuan pelanggan dengan total 9.776 transaksi yang penjualannya mencapai 4,01 juta Megawatt hours (MWh).

Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan dibanding periode yang sama di tahun 2023 yang mencapai 2.554 transaksi dengan penjualan sebesar 2,33 juta MWh.

Pertumbuhan ini mencerminkan komitmen kuat PLN dalam mendukung transisi energi hijau melalui peningkatan penggunaan sertifikat energi terbarukan di Indonesia.

Hal ini juga menjadi desakan dari berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) agar perusahaan menjalankan bisnis dengan inisiatif berkelanjutan dalam aspek sosial, lingkungan dan memperhatikan masa depan tanpa mengorbankan generasi mendatang. (SA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *