LampungPemerintahanPesawaran

Respon Cepat, Bupati Pesawaran Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor

39
×

Respon Cepat, Bupati Pesawaran Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor

Sebarkan artikel ini
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona bersama jajaran OPD langsung turun meninjau lokasi terdampak banjir dan longsor
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona bersama jajaran OPD langsung turun meninjau lokasi terdampak banjir dan longsor

5W1HIndonesia.id, Pesawaran – Curah hujan tinggi yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Pesawaran pada Kamis (27/2/2025), menyebabkan banjir dan tanah longsor di beberapa kecamatan.

Merespons kejadian tersebut, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona bersama jajaran OPD langsung turun meninjau lokasi terdampak, Jumat (28/2/2025).

Sejumlah wilayah terdampak banjir meliputi Kecamatan Gedongtataan, Teluk Pandan, dan Negeri Katon.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Pesawaran, ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 100 sentimeter, merendam ratusan rumah warga, infrastruktur, serta akses jalan.

Baca Juga  Sepanjang 2025, KAI Divre IV Tanjungkarang Telah Tutup 19 Titik Perlintasan Liar

Desa Bagelen menjadi salah satu titik terparah, dengan 400 rumah terendam dan jalan utama Ahmad Yani sempat lumpuh akibat genangan air.

Banjir juga menerjang Desa Kutoarjo, Karang Anyar, dan Sukaraja yang menyebabkan ratusan rumah, sekolah, serta lahan pertanian terdampak.

Sementara di Desa Bogorejo, banjir menyebabkan abrasi di area pemakaman umum dan merusak kolam ikan milik warga.

Baca Juga  Bupati Pesawaran Laksanakan Silaturrahmi Ramadan Bersama Masyarakat Kecamatan Kedondong dan Way Ratai

Bencana longsor juga terjadi di Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, yang menutup akses jalan wisata menuju Pantai Mutun. Bupati Dendi meninjau langsung lokasi tersebut dan meminta penanganan cepat dengan menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsoran.

“Kami telah berkoordinasi dengan TNI-Polri, Kecamatan, dan Dinas PU-PR untuk percepatan penanganan pasca bencana. Alat berat juga sudah diturunkan untuk membersihkan longsoran dan mengeruk aliran sungai yang mengalami pendangkalan,” ujar Dendi.

Baca Juga  Motivasi Penulis Baru untuk Hasilkan Karya, Bunda Literasi Provinsi Lampung Buka Kelas Menulis Cerita Pendek

Ia menegaskan, selain faktor cuaca ekstrem, kebiasaan masyarakat yang membuang sampah sembarangan turut memperparah banjir akibat penyumbatan saluran air.

“Saya mengimbau masyarakat agar lebih peduli lingkungan, tidak membuang sampah ke sungai karena ini bisa memperburuk dampak banjir,” tambahnya. (Rls/SA)