Metro

Sahabat Anna Bakal Jaring Ribuan Pemuda Metro

56
×

Sahabat Anna Bakal Jaring Ribuan Pemuda Metro

Sebarkan artikel ini

“Antusias sahabat-sahabat pemuda sangat besar sekali terhadap Anna-Fritz, maka yang tergabung dalam SMA dari berbagai kalangan pemuda. Banyak pemuda dari berbagai latar belakang yang memiliki potensi di bidangnya masing-masing, inilah mungkin yang membuat SMA berbeda dengan lain,” bebernya.

“Dan satu lagi yang lebih penting, sahabat muda ini mandiri, kami tidak meminta imbalan apapun, imbalan terbesar yang kami harapkan adalah perubahan managemen Kota ini agar lebih baik lagi,” sambungnya.

Sementara itu, Bakal Calon Wali Kota Metro Anna Morinda mengapresiasi langkah para pemuda SMA. Menurutnya, kehadiran SMA dalam barisan relawan Anna-Fritz memberikan semangat baru dalam membangun Metro lebih baik kedepan dan pergerakan tanpa menjanjikan uang maupun pemberian sesuatu tersebut dinilai ampuh dalam menekan angka money politic.

Baca Juga  Gubernur Lampung Resmikan Panti Jompo Tali Cinta Kasih, Ini Pesannya

“SMA tidak menjual visi ataupun janji. SMA hanya ingin para pemuda metro terus membangun relasi dan semangat kolaborasi untuk mengawal pembangunan di kota metro di berbagai lini. Kita tidak bisa pungkiri selama ini dari tahun ke tahun stigma di masyarakat selalu kontestasi pilwakot dimenangkan dengan cara money politics,” paparnya.

Baca Juga  Lewat Program Desa Berdaya, PLN Jadikan Ganjar Asri Metro Sebagai Sentra UMKM Keripik Singkong

Itu merupakan tantangan terbesar SMA. Tapi sejauh ini pemuda sudah mulai sadar, bahkan jengah dengan pola yang sudah terbentuk.

“Belum lagi tantangan kedepan kalo ada calon lain yg memainkan politik identitas, mereka hadir untuk melawan itu, karena menurutnya relasi dan kolaborasi terbangun dari keberagaman, dan Anna-Fritz mengapresiasi langkah itu,” jelas Anna.

Baca Juga  Penuhi Permintaan Warga, BAGUNA PDI-P Metro Lakukan Sterilisasi Lingkungan di Metro Pusat

Diketahui, sebelumnya Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2020. Perppu ini mengatur penundaan pemungutan suara Pilkada 2020 dari September menjadi Desember atau bisa lebih lama lagi tergantung situasi pandemi Covid-19 di Tanah Air. Pilkada 2020 akan digelar di 270 wilayah di Indonesia. 270 wilayah ini meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. (Rls/SA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *