Di samping itu, para pesepeda ini juga banyak yang belum mematuhi tentang protokol kesehatan meski maklumat Kapolri telah dicabut yang salah satu point-nya adalah melakukan kegiatan sosial yang menyebabkan berkumpulnya masa dan berolah raga bersama.
Oleh karenanya, pihaknya menghimbau untuk para pesepeda selalu menggunakan lajur kiri, perhatikan arus lalu lintas kendaraan lainnya sehingga terhindar dari kecelakaan dan tersendatnya laju kendaraan di jalan.
“Di samping patuhi protokol kesehatan, menggunakan helm sepeda, masker serta selalu sedia hand sanitizer,” bebernya.
Sementara itu Koordinator Komunitas Sepeda Rabo Rabo Bakat, Munajid menyatakan, adanya peran serta Satlantas Polresta Bandarlampung dalam patroli bersepeda cukup membantu para pesepeda untuk tertib.
“Mengingat animo pesepeda cukup tinggi yang sering berkumpul dan hingga saat ini di kota bandar lampung belum memiliki treck atau jalur khusus untuk para sepeda yang biasa berada di jalur kiri jalan protokol,” tuturnya.
Pihaknya berharap dengan tingginya animo masyarakat untuk bersepeda pemerintah daerah khususnya Kota Bandarlampung dapat memberikan ruang khusus untuk para pesepeda di jalan raya hingga tidak menimbulkan keresahan bagi para pengguna jalan lain.
“Dan para pesepeda pun dapat terhindar dari kecelakaan lalu lintas serta patuh pada protokol kesehatan dan tertib berlalu lintas yang disarankan,” pungkasnya. (Rls/FO)










