Melalui Pameran Kriya Nusa bisa memberi pengetahuan atau edukasi cara pembuatan kain Tapis Lampung kepada para pengunjung.
“Jadi, kami tidak hanya menampilkan wastra dan kriya hasil perajin tetapi kami juga display cara pembuatan sulam Tapis,” tutur istri Gubernur Lampung Arinal Djunaidi ini.
Menurut Riana Sari, banyak pengunjung yang tertarik belajar menapis. Dari pengunjung yang sebagian besar menyampaikan perlu ketelitian dan kerapihan serta kejelian dalam menapis.
Satu lembar kain membutuhkan waktu 1 sampai 2 bulan, sehingga orang dapat memaklumi kalau harganya agak mahal karena memang prosesnya lama.
Perlu diketahui lanjut Riana Sari, sekarang kain Tapis Lampung sudah diproduksi dengan bahan tenun yang lebih lembut dan kualitas yang lebih bagus lagi.
Riana Sari Arinal kembali berharap akan semakin banyak lagi kecintaan dan kebanggaan masyarakat terhadap produk buatan lokal Indonesia.
Ke depan juga diharapkan akan memberikan semangat kepada UMKM terkhusus para perajin untuk lebih termotivasi, berkreativitas dan berinovasi. (Rls/SA)











