“Juga khususnya kepada orang-orang yang memiliki kontak langsung kepada hewan ternak seperti kuda, harus menjaga higienitas dan sanitasi lingkungan hewan ternak,” pesannya.
Selain itu, biasakan mencuci tangan sebelum makan dan tidak menyentuh area wajah yang membentang horizontal dari dahi menuju ke dagu secara vertikal (T-Zone).
Vaksin dari virus Hendra memang sudah ditemukan, namun hanya terbatas pada hewan. Untuk itu, optimalisasi dapat dilakukan dengan cara melakukan vaksinasi pada hewan untuk menghindari penyebaran virus Hendra.
Laura yang merupakan dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) tersebut menjelaskan, virus yang berasal dari kelelawar Pteropus ini pertama kali diisolasi pada wabah tahun 1994 di Brisbane, Australia.
“Saat itu ditemukan kematian kuda dan manusia akibat virus ini. Setelah diselidiki lebih lanjut, virus Hendra bersifat zoonosis yang artinya bisa berpindah dari hewan ke hewan, maupun hewan ke manusia,” paparnya.
Meski belum ditemukan kasus di Indonesia, Laura menyarankan masyarakat untuk tetap waspada dengan cara meningkatkan kebersihan diri. (SA)











