“Ketika banjir pertama datang sebelum Maghrib itu dia langsung evakuasi keluarganya dulu pertama ke rusunawa,” tuturnya.
Menurutnya, alasan dipilih rusunawa karena rusunawa merupakan tempat tinggi dan dekat dengan rumah mereka.
“Ketika dia kembali lagi untuk menyelamatkan salah satu keluarganya itu dia ditimpa tembok saat kembali dari rusunawa dan air deras sudah tidak terbendung lagi,” jelasnya.
“Jadi pagar tembok yang pertama jebol dan yang kedua jebol juga. Itu langsung dievakuasi oleh masyarakat sebelum datang bantuan,” sambungnya. (SA)











