Bandar LampungLampungPemerintahan

Gubernur Lampung Ajak Bupati dan Walikota Selalu Patuhi Prosedur Standar Operasional Dapur MBG

54
×

Gubernur Lampung Ajak Bupati dan Walikota Selalu Patuhi Prosedur Standar Operasional Dapur MBG

Sebarkan artikel ini
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa pentingnya kepatuhan pada Standar Operasional Prosedur (SOP) pada pelaksanaan program MBG || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa pentingnya kepatuhan pada Standar Operasional Prosedur (SOP) pada pelaksanaan program MBG || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung – Gubernur Lampung mengajak kepada bupati dan wali kota di Lampung agar mengintensifkan pengawasan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan dapur MBG mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP).

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa pentingnya kepatuhan pada Standar Operasional Prosedur (SOP) di seluruh SPPG agar tidak terjadi kejadian luar biasa (KLB) yang membahayakan penerima manfaat.

Baca Juga  Inklusi Keuangan, Solusi Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional

“Saya mengajak kepada seluruh Bupati dan Walikota di Lampung agar terus pengintensifkan pengawasan dapur MBG agar patuh prosedur standar operasional di wilayahnya masing-masing,” tegas Gubernur Mirza.

Gubernur menuturkan, sejak program ini diluncurkan dan berjalan selama tujuh bulan pertama, tidak pernah tercatat adanya KLB, meski jutaan porsi makanan bergizi telah disalurkan kepada anak-anak di seluruh Lampung.

Baca Juga  Hadiri Pengukuhan Pengurus IJP, Ketua SMSI Lampung: Mari Kita Kerja Sama untuk Memajukan Lampung

“Selama tujuh bulan sebelumnya tidak ada kejadian luar biasa. Ini membuktikan protokol MBG dan BGN yang dijalankan dengan baik dapat mencegah masalah,” bebernya.

Baca Juga  Lampung Raih Opini WTP 8 Kali Berturut-turut, Gubernur Arinal: Ini Hasil Kerja Keras Semua Unsur dan Pihak Legislatif

“Namun, pada Agustus hingga September kami mencatat tujuh kejadian luar biasa yang sebagian besar terjadi di dapur-dapur baru yang belum sepenuhnya menjalankan SOP,” lanjutnya.

Menurut Gubernur, temuan ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan gizi.