Eva juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Bandar Lampung sedang mengajukan perlengkapan baju tahan api untuk personel pemadam kebakaran saat berada di lapangan.
“Kemarin, saya telah berdiskusi dengan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran terkait harga perlengkapan yang cukup tinggi. Oleh karena itu, kita akan mengajukan empat stel baju tahan api untuk operasional ke Pusat,” tutur Walikota.
Sementara itu, Nana Sukma Sukarna, Kepala Informasi dan Komunikasi Apkari, menjelaskan bahwa pembukaan Apkari di Lampung merupakan yang pertama kalinya.
“Ini merupakan yang pertama kalinya di Lampung, sementara di daerah lain sudah terbentuk. Apkari bertujuan untuk mengambil aspirasi dari seluruh Damkar di Lampung guna menyatukan konsep pemadaman,” jelasnya.
Nana menjelaskan bahwa tidak semua Damkar di Lampung memiliki tingkat perhatian yang sama seperti di Bandar Lampung.
“Damkar di berbagai kabupaten dan kota mungkin kurang mendapat perhatian serupa seperti di Bandar Lampung. Dengan kehadiran asosiasi ini, kami berharap dapat memberikan solusi tentang bagaimana cara kabupaten dan kota lain dapat melakukan pemadaman yang efektif,” tambahnya.
Nana menegaskan bahwa penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa tugas Damkar tidak hanya sebatas memadamkan api, melainkan juga mencakup pengawasan bangunan dan tindakan penyelamatan.
“Masyarakat perlu menyadari bahwa Damkar tidak hanya bertugas memadamkan api, tetapi juga melakukan pengawasan bangunan dan penyelamatan jiwa,” pungkasnya.











