“Sebenarnya saya mengapresiasi gerakan warga Mulyosari yang bergotong royong, padat karya yang seharusnya hanya 200 meter mereka bangun hampir 2 kilometer. Kemudian suatu hari saya ke sana, para tokoh di sana menyampaikan bahwa mereka perlu talud, yang saya ketahui dari APBD kita agak sulit untuk membangun talud melalui APBD,” kata Anna.
Kemudian, pihaknya melalui jalur partai yakni PDI Perjuangan melaporkan hal tersebut ke Ketua DPD PDIP Provinsi Lampung yang juga Ketua Komisi IV DPR RI bahwa di Kota Metro warga memerlukan bantuan untuk membangun talud JUT.
“Ini kami di PDI Perjuangan menyebutnya dengan tiga pilar partai dan saya sebagai pengurus partai daerah tingkat II melaporkan kepada Ketua DPD kami bapak Sudin yang juga merupakan Ketua Komisi IV DPR RI bahwa di Kota Metro ada gotong-royong warga yang membangun JUT sampai hampir dua kilometer, dan kini mereka memerlukan tanggul di kiri kanannya,” jelasnya.
Maka kemudian kurang lebih dua minggu, pak Sudin bersama sebagaian besar komisi IV, dirjen-dirjen dari berbagai kementerian yang ada hubungannya dengan pertanian datang ke lokasi.
“Dan alhamdulillah hari ini kita mendapatkan laporan dari warga disana bahwa JUT sedang di bangun besama fasilitas talud dikiri dan kanan jalan,” paparnya.
Melalui hal ini, tambah dia, pihaknya ingin menyampikan ke masyarakat jika pemimpin daerah sebaiknya dari partai politik. Sebab, dengan melalui komunikasi antara kepemimpinan daerah, provinsi maupun nasional melalui jalur partai politik.
“Dalam hal ini, saya sebagai Ketua DPC PDP-Perjuangan Kota Metro menyampaikan kepada masyarakat bahwa inilah yang bisa kita lakukan. Itulah mengapa pemimpin daerah sebaiknya dari partai politik, karena komunikasi antar kepemimpinan itu hanya dapat dilakukan melalui jalur partai,” tambahnya. (Rls/SA)











