Fahrizal juga menyampaikan bahwa untuk mewujudkan dan melaksanakan fungsi koordinasi dalam koridor KAD, diperlukan kerjasama guna memfasilitasi dua atau lebih daerah yang berbatasan untuk menyelenggarakan urusan yang memiliki eksternalitas lintas daerah dan untuk menyediakan layanan publik yang lebih efisien apabila dikelola bersama.
“Kerja sama antar daerah sangat dibutuhkan untuk mengatasi problematika khas perkotaan, menghapus kesenjangan antar wilayah, dan mencapai kemajuan pembangunan dalam mewujudkan rakyat,” bebernya.
Fahrizal mengucapkan terima kasih kepada IKA Undip Lampung dan IAP Lampung yang telah memprakarsai penyelenggaraan seminar.
“Saya juga memberi apresiasi yang tinggi atas partisipasi para narasumber diantaranya Andy Simarmata selaku Ketua IAP, Deny Juanda Puradimaja Akademisi ITB, Ir. Indrayana seelaku Direktur Trans Jakarta, dan Bapak Abdul Malik Sadat Idris sebagai Direktur Regional 1 Bappenas,” ucap Fahrizal.
Fahrizal berharap seminar dapat menangkap peluang dan potensi pengembangan kawasan Metropolitan Lampung Raya dan membuahkan hasil dalam mencapai tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) demi kemajuan Provinsi Lampung.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan Seminar Nasional Mulyadi Irsan menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui upaya untuk mewujudkan Metropolitan Lampung Raya.
Kemudian, menganalisis peluang dan tantangan untuk mewujudkan Metropolitan Lampung Raya, dan menelaah legalitas dalam pengembangan kawasan Metropolitan Lampung Raya. (Rls/SA)











