NasionalPeristiwa

Buntut Tragedi Kanjuruhan, 7 Ancaman Sanksi FIFA Hantui Sepakbola Indonesia

47
×

Buntut Tragedi Kanjuruhan, 7 Ancaman Sanksi FIFA Hantui Sepakbola Indonesia

Sebarkan artikel ini
Tragedi Kanjuruhan Malang menimbulkan ancaman sanksi FIFA untuk sepakbola Indonesia || Foto: Istimewa || 5W1HINDONESIA.ID
Tragedi Kanjuruhan Malang menimbulkan ancaman sanksi FIFA untuk sepakbola Indonesia || Foto: Istimewa || 5W1HINDONESIA.ID

5W1HINDONESIA.ID PERISTIWA – Sanksi FIFA menghantui sepakbol Indonesia buntut Tragedi Kanjuruhan Malang. Tragedi tersebut menjadi salah satu tragedi sepak bola paling pilu di Indonesia, bahkan di dunia. Data terbaru dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jatim jumlah korban meninggal menjadi 174 orang.

“Data BPPD [Badan Penanggulangan Bencana Daerah] Jatim pada pukul 10.30 tadi memang demikian, 174 korban meninggal,” kata Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Baca Juga  Kapolri Ungkap 6 Tersangka Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang

Kronologi Kejadian

Tragedi Kanjuruhan Malang diawali saat tim Arema Malang dikalahkan oleh rival bebuyutan mereka yakni, Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3. Kemenangan itu merupakan yang pertama untuk Persebaya setelah 23 tahun puasa kemenangan di kandang Arema, Stadion Kanjuruhan.

Usai pertandingan berakhir, supporter Arema mulai memasuki lapangan untuk mencari tim official dan management dari Arema FC. Namun pada prosesnya, hal tersebut memicu kericuhan yang mengakibatkan timbulnya korban jiwa. Sehingga pihak keamanan pun terpaksa melakukan tindakan tegas kepada supporter yang masuk ke lapangan.

Baca Juga  Sanksi Untuk Arema FC, PSSI : Tidak Ada Laga Kandang !

Penembakan Gas Air Mata

Untuk memecah kerumunan masa, pihak kepolisian menembakan gas air mata ke arah supporter. Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afina, pelepasan gas air mata dilakukan sebagai upaya pencegahan terakhir karena supporter mulai menyerang petugas dan bertindak anarkis.

Baca Juga  Lobi-lobi Jokowi ke FIFA, Indonesia Bebas dari Sanksi

“Karena sudah tragis dan sudah mulai menyerang petugas dan merusak mobil,” kata Nico.

Lebih lanjut, Nico menjelaskan, korban jiwa muncul karena adanya kepanikan dan kondisi berdesakan saat hendak keluar dari stadion.

“Suporter keluar di satu titik, kalau nggak salah di pintu 10 atau 12,” ujarnya.

“Di saat proses penumpukan (massa) itu terjadi berdesakan, sesak napas dan kekurangan oksigen.” timpalnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *