“Indonesia kini telah 75 tahun merdeka. Merdeka dalam kehidupan yang telah di cita-citakan oleh pendiri bangsa ini yang didalamnya ada Nahdatul Ulama, ada Muhammadiyah, ada PNI yang kemudian mendorong lahirnya sumpah pemuda pada 1928, yang kemudian mendorong lahirnya sebuah bangsa yang merdeka, yang bernama negara kesatuan republik Indonesia pada 1945,” ucap Anna.
Anna menyampaikan bahwa NU telah memberikan kontribusi yang besar kepada kemerdekaan bangsa ini dengan cita-cita negara yang adil, makmur dan sejahtera.
Ia juga menceritakan bahwa dalam catatan sejarah di masa lampau bung Karno dan bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia atas desakan para pemuda, dan pemuda-pemuda itu sebagian besar adalah Ansor, para pemuda Nahdatul Ulama.
“Maka kemudian kita berharap admosfir dan iklim-iklim dapat kita bangun bersama para nyai, ibunda Muslimat dan teman-teman Fatayat, kita punya PR besar yang dimana bung Karno bilang beri aku 1000 orang tua maka akan ku cabut semeru sampai ke akarnya dan beri aku 10 pemuda maka akan ku guncang dunia. Kita guncang metro bersama Fatayat, Ansor, PMII, dan badan otonom yang berisi emuda pemudi Nahdatul Ulama yang ada di kota metro,” pungkasnya.
Diketahui, kegiatan Istighosah dan Tasyakuran Kemerdekaan yang dihadiri ratusan kaum Nahdliyin tersebut berlangsung sekira pukul 20.30 sampai dengan 23.00 WIB. Acara itu juga dihadiri ketua PCNU Kota Metro KH. Ali Komarudin yang kemudian memimpin jalannya Istighosah tersebut. (Rls/SA)











