oleh

Antisipasi Corona Warga Gunung Sulah Berlakukan Lockdown Lokal

5W1HIndonesia.id, Bandarlampung — Guna mengantisipasi penyebaran virus corona atau covid-19 yang terjadi saat ini, warga Gang Damai, RT08 LK II, Kelurahan Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim, Bandarlampung lakukan lockdown secara lokal.

Tindakan tersebut dimaksudkan sebagai bentuk antisipasi, serta mengawasi keluar masuknya orang baik dari lingkungan setempat dari luar ataupun sebaliknya, dengan cara diberikan palang pintu serta diawasi langsung oleh warga.

Husni Zakaria Lurah Gunung Sulah menerangkan, bahwa kegiatan tersebut dilakukan atas inisiatif warga setempat dah telah mendapatkan persetujuan dari Lurah maupun Kecamatan.

Baca Juga  MoU Pemkot Bersama Kajari Bandarlampung, Sekdakot: Penanganan Dana Covid-19 Harus Mendapatkan Pendampingan Kejaksaan

“Itu merupakan inisiatif dari 155 kepala keluarga dan sudah berjalan selama satu pekan dengan melakukan persetujuan terlebih dahulu. Kami dari pihak pemerintah hanya bisa menghimbau kepada warga agar lockdown tersebut tidak merugikan warga yang ada di RT 08,” ujarnya Kamis (2/4/2020).

Sementara itu, Andi selaku ketua RT 08 LK II mengatakan palang pintu diberlakukan pada salah satu akses masuk menuju Gang Damai, sehingga akses masuk dan keluar hanya melalui satu pintu dengan tujuan agar lebih mudah memantau warga yang keluar masuk ke wilayah tersebut.

Baca Juga  Sukseskan Program Sensus Penduduk 2020, Herman HN Lakukan Pengisian Berbasis Online

“Jadi dengan satu pintu ini setiap warga yang keluar masuk bisa terdata semua. Termasuk kemarin warga dari Liwa dan Jakarta kemarin sudah masuk, sebelum itu kita cek semua surat kesehatan dan menyemprotkan disinfektan,” ungkapnya.

Baca Juga  3.000 Sampel Sudah Rapid Test di Bandarlampung

Selain itu juga sebuah posko didirikan pada pintu masuk Gang, yang berfungsi untuk menyemprotkan disinfektan dan handsanitizer kepada warga yang akan masuk dan keluar serta melakukan pendataan bagi warga dari luar RT 08 Lk 2.

“Sampai jam 10 malam kita selsai jaga. Tapi tetap masih ada beberapa warga yang menjaga posko untuk memantau pergerakan,” kata Andi. (AI)

(Visited 64 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed