NasionalPeristiwa

Antisipasi Penyebaran Covid-19, BSN Revisi SNI 8340:2016 Sistem Manajemen Biorisiko Laboratorium

11
×

Antisipasi Penyebaran Covid-19, BSN Revisi SNI 8340:2016 Sistem Manajemen Biorisiko Laboratorium

Sebarkan artikel ini

“Adapun, ruang lingkup standar yang disusun oleh Komite Teknis 13-09 Biosafety and Biosecurity ini mengatur persyaratan yang diperlukan untuk mengendalikan risiko yang terkait dengan penanganan atau penyimpanan dan pembuangan agen biologis dan toksin di laboratorium dan fasilitas laboratorium,” sambungnya.

Standar ini, lanjut Wahyu akan memungkinkan organisasi untuk membangun dan memelihara sistem manajemen biorisiko untuk mengendalikan atau meminimalkan risiko untuk tingkat yang dapat diterima oleh karyawan, masyarakat dan orang lain serta lingkungan yang bisa secara langsung atau tidak langsung terkena agen biologis atau racun.

Baca Juga  Didampingi Pj. Gubernur Lampung, Mentan dan Wakasal Kunjungi Program Ketahanan Pangan Markas Komando Brigif 4 Padang Cermin

Lalu, memberikan jaminan bahwa persyaratan tersedia dan diimplementasikan secara efektif; mencari dan mencapai sertifikasi atau verifikasi dari sistem manajemen biorisiko oleh pihak ketiga yang independen.

Baca Juga  Warga Bantaran Kali Awi Temukan Mayat Tanpa Identitas

“Serta menyediakan kerangka kerja yang dapat digunakan sebagai dasar untuk pelatihan dan peningkatan kesadaran pada panduan laboratorium biosafety dan biosecurity serta praktik terbaik dalam komunitas ilmiah,” bebernya.

Ia menerangkan pada prinsipnya SNI 8340 sama dengan SNI ISO 35001, dengan penekanan pada manajemen risiko dan perubahan ke penataan klausul dengan menggunakan kerangka (high level structure=HLS) yang dianut dalam sistem manajemen lain.

Baca Juga  Antisipasi Penyebaran Covid-19, Pemkot Perpanjang Libur Sekolah Hingga 29 Mei 2020

“Standar baru ini menggunakan HLS yang sama dengan sistem manajemen lainnya seperti SNI ISO 9001, SNI ISO 27001, sehingga memungkinkan penerap melakukan integrasi dokumen dengan sistem manajemen yang lain yang diterapkan,” paparnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *