NasionalPeristiwa

Antisipasi Penyebaran Covid-19, BSN Revisi SNI 8340:2016 Sistem Manajemen Biorisiko Laboratorium

11
×

Antisipasi Penyebaran Covid-19, BSN Revisi SNI 8340:2016 Sistem Manajemen Biorisiko Laboratorium

Sebarkan artikel ini

Terkait bahan biologis dalam SNI 8340:2016, Wahyu menjelaskan yang dimaksud bahan biologi berbahaya (biohazard) adalah sumber bahaya yang potensial yang disebabkan oleh agen biologis atau toksin.

Sementara, agen biologi yakni setiap mikroorganisme di dalamnya termasuk virus (misalnya SARS-Cov2), baik yang masih alami maupun yang telah dimodifikasi secara genetik, kultur sel dan endoparasit, yang mungkin dapat menimbulkan infeksi, alergi atau keracunan pada manusia dan atau hewan dan atau tanaman.

Baca Juga  47 PLTS Diresmikan Presiden, 5.383 Rumah Tangga di Wilayah 3T Kini Nikmati Listrik Bersih

Agen biologis tersebut dapat berupa darah, sekresi, atau jaringan yang berasal dari manusia, hewan atau sumber lain.

“Semisal jika dikaitkan dengan Covid19, seseorang yang ingin mengetahui ia terinfeksi Covid19 atau tidak, kemudian memeriksakan diri ke laboratorium yang sudah menerapkan SNI 8340:2016 maka lab tersebut sudah memantau dan mengendalikan risiko terkait covid19 karena ada risiko bahan biologi berbahaya di sini yaitu darah/sekresi orang yang akan diperiksa tadi. Nah, cara-cara penanganan darah orang itu diatur di SNI ini,” papar Wahyu.

Baca Juga  Jaga Optimalisasi Kinerja, Besok Jam Kerja ASN Pemkot Bandarlampung Mulai Diterapkan

Dengan menerapkan SNI 8340:2016 ini, Wahyu berharap laboratorium dapat mengelola risiko melalui strategi penilaian risiko untuk mengidentifikasi potensi bahaya, tingkat keparahan dan konsekuensinya, proses mitigasi atau pengendaliannya, dan implementasi langkah-langkah pengendaliannya.

Baca Juga  Kunjungi Menpan RB Tjahjo Kumolo, Wali Kota Eva Dwiana Bahas 2 Hal Ini

“Sebagai informasi, saat ini sudah terdapat lembaga penilaian kesesuaian (LPK) yang dapat mensertifikasi laboratorium yang menerapkan standar yang terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) yaitu Global Solusi Biorisiko,” tandasnya. (SA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *