5W1H, Bandar Lampung – Dampak banjir yang menerjang sejumlah wilayah di Jabodetabek turut dirasakan oleh pengguna transportasi bus AKAP Damri jurusan Bandung – Bandar Lampung.
Pasalnya, perjalanan yang seharusnya bisa ditempuh dalam kurun waktu sekitar 12 jam, namun dengan akibat adanya rekayasa lalu lintas perjalanan membutuhkan waktu hingga 19 jam.
Fadlin Fuad, salah satu penumpang menuturkan, ia beserta rombongan penumpang lainnya bertolak dari kota kembang pada Rabu (1/1) sekitar pukul 19.00 wib.
Awalnya perjalanan berlangsung normal, hingga saat memasuki tol Cipularang terdapat pengalihan arus lalu lintas, untuk menghindari banjir dan penumpukan kendaraan di pertengahan antara tol Cipularang dan tol Japek. Bus yang ia tumpangi terpaksa harus dialihkan melalui pintu tol Cikarang, Bekasi.
“Jadi bus yang kami tumpangi harus keluar tol melalui pintu tol Cikarang, Bekasi sekitar jam 20.00. Supir busnya pun kebingungan karena dia tidak mengetahui jalur dalam kota,” tuturnya, Senin (6/1).
Bus Damri yang ia tumpangi dengan kode 4508 itu pun berkeliling mencari jalan menuju merak. Sekitar pukul 04.00 dini hari, barulah menemukan jalan yang bisa dilalui menuju merak.
“Selama kurang lebih 8 jam, bus kami mencari jalan di jalur dalam kota Jakarta. Karena kondisi yang tidak kondusif, mengharuskan bus kami mencari jalur alternatif,” lanjutnya.
Akibat insiden tersebut, Fadlin dan penumpang lainnya baru bisa sampai di kota Bandar Lampung pada kamis (2/1) pukul 14.00 wib.
Dirinya berharap, permasalahan serupa tidak berlarut-larut sehingga akan semakin merugikan banyak pihak nantinya.
Terkait dengan kerugian yang dialami pihak Damri atas insiden ini, belum ada penjelasan lebih jauh terkait total kerugian yang dialami. Namun menurut informasi yang dihimpun, pihak Damri menambah kuota solar sebanyak 40 liter untuk bus dengan kode 4508 itu. (AI)











