Bandar LampungLampungPemerintahan

BPS Provinsi Lampung Ungkap Capaian Positif Lampung: Kemiskinan Turun, Inflasi Terkendali, Ekonomi Terus Tumbuh

×

BPS Provinsi Lampung Ungkap Capaian Positif Lampung: Kemiskinan Turun, Inflasi Terkendali, Ekonomi Terus Tumbuh

Sebarkan artikel ini
Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, dalam konferensi pers Berita Resmi Statistik di Bandar Lampung || Foto: Pemerintah Provinsi Lampung
Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, dalam konferensi pers Berita Resmi Statistik di Bandar Lampung || Foto: Pemerintah Provinsi Lampung

5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat sejumlah perkembangan positif pada indikator sosial ekonomi Provinsi Lampung.

Tingkat kemiskinan dan jumlah penduduk miskin mengalami penurunan, perekonomian tetap tumbuh, inflasi terkendali, serta penyerapan tenaga kerja meningkat.

Namun demikian, sejumlah indikator terkait kedalaman dan keparahan kemiskinan serta kualitas ketenagakerjaan masih memerlukan perhatian.

Capaian tersebut disampaikan Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, dalam konferensi pers Berita Resmi Statistik di Bandar Lampung, Rabu (5/8/2026).

Berdasarkan data Maret 2026, tingkat kemiskinan Provinsi Lampung tercatat sebesar 9,31 persen. Angka tersebut menurun 0,35 poin persentase dibandingkan September 2025. Jumlah penduduk miskin juga berkurang sebanyak 28,24 ribu orang menjadi 831,89 ribu orang.

Dalam jangka panjang, tingkat kemiskinan Provinsi Lampung menunjukkan tren menurun. Pada Maret 2020, tingkat kemiskinan tercatat sebesar 12,34 persen dan secara bertahap turun menjadi 9,31 persen pada Maret 2026.

Menurut wilayah, tingkat kemiskinan di perdesaan masih lebih tinggi dibandingkan perkotaan. Pada Maret 2026, tingkat kemiskinan di perdesaan tercatat sebesar 10,41 persen, sedangkan di perkotaan sebesar 7,28 persen.

Penurunan kemiskinan di perdesaan juga berlangsung lebih cepat. Tingkat kemiskinan di perdesaan turun sebesar 0,47 poin persentase, sementara di perkotaan turun sebesar 0,09 poin persentase dibandingkan periode sebelumnya.

Garis Kemiskinan Provinsi Lampung pada Maret 2026 tercatat sebesar Rp 657.467 per kapita per bulan atau meningkat 3,69 persen dibandingkan September 2025. Garis Kemiskinan di perkotaan sebesar Rp 708.693 per kapita per bulan, sedangkan di perdesaan sebesar Rp 631.717 per kapita per bulan.

Komponen makanan masih menjadi penyumbang terbesar dalam pembentukan Garis Kemiskinan dengan kontribusi sebesar 75,23 persen. Sementara itu, komponen bukan makanan memberikan kontribusi sebesar 24,77 persen.

Komoditas makanan yang memberikan pengaruh besar terhadap Garis Kemiskinan antara lain beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, dan tempe. Adapun komoditas bukan makanan yang berpengaruh antara lain perumahan, bensin, listrik, dan pendidikan.

Di tengah penurunan tingkat dan jumlah penduduk miskin, Indeks Kedalaman Kemiskinan atau P1 Provinsi Lampung meningkat dari 1,228 pada September 2025 menjadi 1,267 pada Maret 2026. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin secara agregat sedikit semakin menjauh dari garis kemiskinan.

Indeks Keparahan Kemiskinan atau P2 juga meningkat dari 0,242 menjadi 0,257. Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin.

Perkembangan indikator tersebut menunjukkan perbedaan antara wilayah perdesaan dan perkotaan. Di perdesaan, Indeks Kedalaman Kemiskinan menurun dari 1,472 pada September 2025 menjadi 1,417 pada Maret 2026. Indeks Keparahan Kemiskinan perdesaan juga turun dari 0,303 menjadi 0,278.