Bandar LampungLampungPemerintahan

BPS Provinsi Lampung Ungkap Capaian Positif Lampung: Kemiskinan Turun, Inflasi Terkendali, Ekonomi Terus Tumbuh

×

BPS Provinsi Lampung Ungkap Capaian Positif Lampung: Kemiskinan Turun, Inflasi Terkendali, Ekonomi Terus Tumbuh

Sebarkan artikel ini
Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, dalam konferensi pers Berita Resmi Statistik di Bandar Lampung || Foto: Pemerintah Provinsi Lampung
Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, dalam konferensi pers Berita Resmi Statistik di Bandar Lampung || Foto: Pemerintah Provinsi Lampung

Sebaliknya, di perkotaan, Indeks Kedalaman Kemiskinan meningkat dari 0,773 menjadi 0,989. Indeks Keparahan Kemiskinan perkotaan juga naik dari 0,127 menjadi 0,217.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa meskipun tingkat kemiskinan di perdesaan masih lebih tinggi, indikator kedalaman dan keparahan kemiskinan di wilayah tersebut mengalami perbaikan. Sementara itu, kondisi penduduk miskin di perkotaan perlu mendapat perhatian karena indikator kedalaman dan keparahan kemiskinan mengalami peningkatan.

Dari sisi perekonomian, ekonomi Provinsi Lampung pada Triwulan I Tahun 2026 tumbuh sebesar 5,58 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut didukung oleh konsumsi rumah tangga dan aktivitas ekonomi yang terus berkembang.

Pada Maret 2026, inflasi Provinsi Lampung tercatat sebesar 1,16 persen secara tahunan. Komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi antara lain daging ayam ras, bensin, telur ayam ras, beras, dan vitamin.

Di bidang ketenagakerjaan, jumlah penduduk bekerja di Provinsi Lampung terus mengalami peningkatan. Pada Mei 2026, sebanyak 71 dari 100 penduduk usia kerja tercatat aktif sebagai angkatan kerja. Tingkat Pengangguran Terbuka pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,97 persen atau sekitar empat dari setiap 100 angkatan kerja masih menganggur.

Sektor pertanian tetap menjadi lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbesar. Penambahan jumlah tenaga kerja terutama terjadi pada sektor Pertanian sebanyak 15,94 ribu orang, Industri sebanyak 8,18 ribu orang, dan Perdagangan sebanyak 4,74 ribu orang.

Namun demikian, perkembangan ketenagakerjaan juga menunjukkan perlunya peningkatan kualitas pekerjaan. Proporsi pekerja penuh menurun dari 59,93 persen pada Februari 2026 menjadi 57,17 persen pada Mei 2026.

Sebaliknya, Tingkat Setengah Pengangguran meningkat dari 8,62 persen menjadi 9,55 persen. Proporsi pekerja paruh waktu juga meningkat dari 31,45 persen menjadi 33,28 persen.

Pada Mei 2026, pekerja formal tercatat sebesar 30,83 persen dari total penduduk bekerja. Sementara itu, pekerja informal mencapai 69,17 persen dan menunjukkan tren peningkatan dibandingkan November 2025 yang sebesar 65,81 persen.

Berdasarkan status pekerjaan, penduduk bekerja di Provinsi Lampung paling banyak berstatus sebagai Buruh/Karyawan/Pegawai dengan proporsi sebesar 28,33 persen. Selanjutnya, penduduk yang berusaha sendiri mencapai 21,95 persen.

Secara keseluruhan, perkembangan indikator sosial ekonomi Provinsi Lampung menunjukkan adanya perbaikan pada tingkat kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, dan penyerapan tenaga kerja.

Meski demikian, peningkatan Indeks Kedalaman dan Keparahan Kemiskinan secara agregat, serta meningkatnya proporsi pekerja informal, menjadi bagian dari dinamika yang perlu terus diperhatikan.

Data tersebut memberikan gambaran bahwa pengurangan jumlah penduduk miskin perlu diikuti dengan peningkatan kualitas kesejahteraan, terutama bagi kelompok masyarakat yang masih berada jauh di bawah garis kemiskinan. Di sisi lain, peningkatan jumlah penduduk bekerja perlu didukung dengan penciptaan lapangan kerja yang lebih produktif dan berkualitas. (Rls/SA)