“Dan permohonan maaf jika ada yang kurang berkenan ataupun belum optimal selama saya menjadi Bunda Literasi,” ujarnya.
“Mohon doa restunya, semoga kita bisa bertemu kembali untuk melanjutkan perjuangan meningkatkan kualitas literasi masyarakat di Provinsi Lampung,” sambungnya sembari menutup.
Selama menjabat, Ibu Riana pernah mendapatkan penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka pada tahun 2022 dari Perpustakaan Nasional RI.
Ia dianggap beperperan menjadi role model, motivator dan influencer pengembangan dan kegemaran membaca di masyarakat sehingga mampu mengkolaborasikan kerja kegiatan PKK, Bunda Paud dan Bunda Literasi sebagai program yang terintegrasi dan membentuk masyarakat berpengetahuan.
Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung Riski Sofyan mengakan bahwa maksud dari diadakannya Rakor ini adalah untuk mendukunh eksistensi dan keberadaan perpustakaan dan menumbuhkembangkan minat dan kegemaran membaca di Provinsi Lampung serta melestarikan budaya daerah atau lokal.
Ia menyampaikan bahwa Rakor ini bertujuan untuk mendukung minat masyarakat dalam memperluas wawasan dan pengetahuan dengan berliterasi. (Rls/SA)











