EKBISLampungLampung SelatanPemerintahan

Ciptakan Ekosistem Keuangan Inklusif di Desa, TPAKD Provinsi Lampung Resmikan Desa Inklusi Keuangan di Lampung Selatan

×

Ciptakan Ekosistem Keuangan Inklusif di Desa, TPAKD Provinsi Lampung Resmikan Desa Inklusi Keuangan di Lampung Selatan

Sebarkan artikel ini
OJK Provinsi Lampung bersama TPAKD meresmikan Desa Inklusi Keuangan di Lampung Selatan || Foto: Dok. OJK Provinsi Lampung
OJK Provinsi Lampung bersama TPAKD meresmikan Desa Inklusi Keuangan di Lampung Selatan || Foto: Dok. OJK Provinsi Lampung

Desa Inklusi Keuangan merupakan salah satu program kerja TPAKD Provinsi Lampung yang bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi seluruh penduduk di desa maupun di wilayah sekitar desa sehingga dapat mendorong perekonomian desa dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan serta menurunkan tingkat kemiskinan melalui penyediaan akses keuangan yang seluas-luasnya kepada masyarakat.

Hingga hari ini sudah terdapat 16 Desa Inklusi Keuangan di Provinsi Lampung, yang tersebar di 5 Kabupaten, 3 Desa diantaranya berada di Kabupaten Lampung Selatan, yaitu Desa Kelawi, Desa Seloretno dan Desa Bumidaya.

“Salah satu desa terpilih merupakan Desa Wisata yang mendapatkan penghargaan Anugerah Desa Wisata tahun 2023. Desa Wisata merupakan tonggak perekonomian nasional melalui peluang usaha dan lapangan kerja yang semakin terbuka, sehingga Desa Wisata menjadi salah satu fokus kami dalam integrasinya dengan Desa Inklusi Keuangan,” kata Kusnardi selaku Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Lampung yang hadir mewakili Gubernur Lampung.

“Kami menyambut baik pendirian Galeri Investasi Desa di Kabupaten Lampung Selatan ini, semoga ke depannya program ini dapat terus diinisiasi untuk setiap kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan,” tutur Muhadi selaku Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Lampung Selatan yang hadir mewakili Bupati Lampung Selatan.

Hadir dalam kegiatan tersebut, anggota DPD Lampung RI, KH Ir Abdul Hakim M.M, komisi XI DPR RI, Ir H Ahmad Junaidi Auly dan Ela Siti Nuryamah S.Sos.I yang menyampaikan apresiasi atas kinerja dan peran OJK dalam memperluas akses keuangan, khususnya di perdesaan.

“Kami harap OJK dapat terus berinovasi dalam penyusunan program yang mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Kita
akan terus bergerak bersama dalam mengentaskan praktik pinjol illegal dan investasi bodong serta memberi pemahaman akan urgensi dari literasi keuangan kepada masyarakat,” tambah Ela.

Desa Inklusi Keuangan kali ini hadir dengan skema yang lebih berbeda dari Desa Inklusi Keuangan sebelumnya, dimana jika di Desa Inklusi Keuangan sebelumnya hanya dilengkapi dengan Industri Jasa Keuangan di Provinsi Lampung, kali ini kami integrasikan dengan konsep Bank Sampah.

Hal ini sejalan dengan konsep Keuangan Berkelanjutan yang salah satu fokus penerapannya adalah memperhatikan aspek lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *