EKBISLampungPemerintahanPENDIDIKAN

Jalin Sinergi, OJK dan KSPM FEB Unila Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda Lewat BIK 2025

32
×

Jalin Sinergi, OJK dan KSPM FEB Unila Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda Lewat BIK 2025

Sebarkan artikel ini
OJK Provinsi Lampung bersama Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) FEB Universitas Lampung menyelenggarakan Puncak Gebyar Bulan Inklusi Keuangan OJK Lampung Tahun 2025 || Foto: OJK Provinsi Lampung
OJK Provinsi Lampung bersama Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) FEB Universitas Lampung menyelenggarakan Puncak Gebyar Bulan Inklusi Keuangan OJK Lampung Tahun 2025 || Foto: OJK Provinsi Lampung

5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung –  Dalam rangka memperingati Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) FEB Universitas Lampung menyelenggarakan Puncak Gebyar Bulan Inklusi Keuangan OJK Lampung Tahun 2025 yang menampilkan 6 jenis perlombaan dan Seminar Nasional yang bertajuk “Ignite the Knowledge to Discover Opportunities in Volatile Capital Market”.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya OJK untuk memperkuat edukasi keuangan di kalangan mahasiswa sebagai generasi penerus yang akan berperan besar dalam membangun ekosistem keuangan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

Baca Juga  Kabar Gembira! Pemkot Bandar Lampung Cairkan THR, Tukin, hingga Insentif RT/Linmas

Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota DPD RI, Almira Nabila Fauzi; Kepala Kantor OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy; Dosen pembina UKM F KSPM FEB Unila, Usep Syaipudin; Kepala Kantor BEI Perwakilan Lampung, Hendi Prayogi.

Turut hadir pula jajaran narasumber, juri, dosen, serta rekan-rekan KSPM dan mahasiswa.

Baca Juga  Mau Pindahkan Meteran Listrik? Berikut Cara dan Prosedur dari PLN

Dalam sambutannya, Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, menekankan pentingnya meningkatkan pemahaman keuangan di kalangan generasi muda.

“Mahasiswa merupakan kelompok usia dengan tingkat literasi keuangan relatif tinggi, namun masih terdapat kesenjangan dengan tingkat inklusi keuangan,” ujar Otto.

“Oleh karena itu, melalui kegiatan seperti ini kami ingin mengarahkan mahasiswa agar mampu menjadi smart investors—bijak dalam berinvestasi, paham risikonya, dan tidak mudah tergiur tawaran investasi yang tidak legal maupun tidak logis,” sambungnya.

Baca Juga  Lari dan Berwisata Jadi Paduan Inovatif Krakatau Run 2025

Otto juga menyoroti bahwa di era digital, mahasiswa menjadi kelompok yang paling rentan terhadap modus kejahatan keuangan seperti investasi bodong dan penipuan berbasis media sosial.

Karena itu, OJK terus memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan dan industri jasa keuangan untuk memperluas akses informasi dan literasi keuangan di kalangan pelajar dan mahasiswa.