“Financial freedom tidak bisa diraih secara instan. Diperlukan kedisiplinan dan pemahaman sejak dini tentang
prinsip keuangan yang sehat,” tambahnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung yang diwakili oleh Usep Syaipudin menyampaikan apresiasinya kepada OJK atas kolaborasi yang terus terjalin.
Ia menegaskan bahwa kampus merupakan mitra strategis dalam mendukung peningkatan literasi keuangan nasional, sekaligus wadah untuk membentuk generasi muda yang melek finansial dan tangguh menghadapi perubahan ekonomi global.
Ketua Pelaksana kegiatan, Reka Aldilana Ramadhan, menyampaikan terima kasih kepada OJK dan BEI Lampung atas dukungan dan kesempatan berkolaborasi.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu keuangan dalam kehidupan nyata serta menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPD RI, Almira Nabila Fauzi, menegaskan pentingnya sinergi antara regulator, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam membangun budaya keuangan yang sehat.
Menurutnya literasi dan inklusi keuangan bukan hanya tentang pengetahuan, tetapi tentang keberanian mengambil keputusan finansial yang bertanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, OJK Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk terus memperluas literasi dan inklusi keuangan di kalangan mahasiswa, sekaligus membangun generasi muda yang cerdas finansial, bijak berinvestasi, dan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. (Rls/SA)










