5W1HINDONESIA.ID, BANDAR LAMPUNG – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD 1 Way Dadi dan SD 1 Harapan Jaya Bandar Lampung, mengalami kendala dalam satu bulan terakhir.
Para siswa dilaporkan belum menerima jatah makan siang gratis sejak pertengahan Januari 2025 akibat adanya kebijakan pengalihan pengelola dapur.
Kepala Sekolah SD 1 Way Dadi, Yulisa Ramania, menjelaskan bahwa terhentinya distribusi makanan ini dipicu oleh proses pemerataan beban kerja antar Satua Penyedia Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kronologi Penghentian Sementara Program MBG
Menurut Yulisa, distribusi terakhir diterima pihak sekolah pada 12 Januari lalu. Alasan utama yang diterima sekolah adalah adanya kelebihan kapasitas pada dapur lama, sehingga pihak penyelenggara memutuskan untuk memindahkan tanggung jawab penyediaan ke dapur baru.
“Per tanggal 12 kemarin, informasinya ada pemerataan. Dapur kami yang lama kemungkinan kelebihan beban, jadi dialihkan ke dapur yang baru,” ujar Yulisa Ramania saat memberikan keterangan di SD Way Dadi 1 pada, Senin (9/2/2026)
Namun, proses transisi ini tidak berjalan instan. Selama masa peralihan, pihak sekolah sempat tidak mendapatkan kepastian mengenai kapan distribusi akan dimulai kembali.
“Kami sudah berupaya komunikasi, namun informasi terakhir distribusi makanan diperkirakan akan dilakukan pada pertengahan bulan Februari,” ujarnya.
Respons Orang Tua dan Antusiasme Siswa
Kekosongan distribusi selama hampir sebulan ini memicu pertanyaan dari para wali murid. Yulisa menyebutkan bahwa banyak orang tua yang menanyakan kelanjutan program tersebut melalui grup komunikasi kelas.
Oleh karena itu, pihak sekolah bergerak cepat dengan memberikan imbauan kepada orang tua.
* Informasi via Grup Kelas: Sekolah memberitahukan bahwa program MBG dihentikan sementara.
* Membawa Bekal Mandiri: Wali murid diminta untuk kembali menyiapkan bekal makanan dari rumah bagi anak-anak selama masa transisi.
“Anak-anak sangat senang dengan program ini. Bahkan selama tidak ada MBG, mereka sering bertanya kapan makan gratis ada lagi. Mereka sangat merindukan menu MBG tersebut,” tambahnya.
Meskipun sempat terkendala, titik terang mulai terlihat. Seminggu terakhir, pihak pengelola dapur baru telah melakukan koordinasi dan menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) baru dengan pihak sekolah.
Targetnya, pada bulan Februari ini, distribusi Makan Bergizi Gratis akan kembali normal. Yulisa berharap program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini dapat terus berjalan secara konsisten karena dampaknya yang sangat terasa bagi asupan gizi siswa di sekolah.
“Kami berharap MBG secepatnya dilanjutkan. Program ini sangat membantu warga sekolah dan anak-anak menyambutnya dengan gembira,” pungkasnya.











