Desi kemudian menceritakan kronologi insiden yang menimpa putranya. Awalnya, Atnan hanya ikut berjualan bersama teman-temannya di sekitar lokasi kejadian tanpa niat serius untuk berjualan.
“Sebenarnya dia tidak berniat berjualan, tapi karena banyak temannya yang jualan, dia ikut-ikutan,” cerita Desi.
Saat kejadian, Atnan tengah beristirahat di depan truk yang sedang terparkir sambil menghitung uang hasil jualannya.
“Saat truk tersebut dihidupkan, Atnan mungkin tidak sadar bahwa mobil akan bergerak. Dia terseret hampir satu meter sebelum sopir menyadari ada anak yang tertabrak,” ungkap Desi.
Meski kondisinya berangsur membaik, Desi mengakui bahwa Atnan masih mengalami trauma akibat insiden tersebut.
“Saya berharap Pemerintah Kota terus memperhatikan hak dan kebutuhan anak saya hingga dia benar-benar pulih total dan bisa berjalan lagi,” harapnya.










