Bandar LampungLampung

Walikota Eva Dwiana Turun Tangan! Drainase di Panjang Dibongkar Demi Cegah Banjir Luapan Air

30
×

Walikota Eva Dwiana Turun Tangan! Drainase di Panjang Dibongkar Demi Cegah Banjir Luapan Air

Sebarkan artikel ini
Walikota Eva Dwiana memantau langsung pembongkaran saluran drainase di Kecamatan Panjang || Foto: Dok. Prokopim Bandar Lampung
Walikota Eva Dwiana memantau langsung pembongkaran saluran drainase di Kecamatan Panjang || Foto: Dok. Prokopim Bandar Lampung

5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung – Usai mendapat keluhan terkait dugaan penutupan saluran drainase oleh pihak PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo), pihaknya berjanji akan membongkar saluran dan mengangkat sedimen untuk memperlancar aliran air saat hujan turun.

“Nanti dibongkar dan di pelebar saluran airnya. Kami juga kami juga melakukan pengerukan sedmimen,” kata Lingga Junior selaku Manajer Teknik PT. Pelindo.

Baca Juga  Walikota Eva Dwiana Hadiri Tradisi Melarung Sesaji: Nelayan Syukuri Hasil Laut Berlimpah!

Diwaktu yang sama, Walikota Eva Dwiana juga membongkar sejumlah drainase di Jalan Yosudarso Kecamatan Panjang, hal tersebut dikarenakan saluran drainase tersebut telah mengalami pendangkalan.

“Sebagian kita bongkar dan kita angkat sedimennya, lalu kita nanti akan ganti dengan box culvert,” jelas Eva pada, Minggu (9/2/2025).

Baca Juga  Eva Dwiana Besuk Mahasiswa Korban Insiden Kerusuhan Penolakan UU Cipta Kerja

Pembongkaran drainase dimulai sejak dini hari pukul 04.00 oleh Dinas PU yang di pantau langsung oleh Walikota Eva Dwiana guna memastikan pekerjaan dilaksanakan dengan baik.

“Ini dikerjakan sejak kemarin, Bunda meminta untuk dipercepat Pengerjaan nya,” pungkasnya.

Banjir Disebabkan Penutupan Drainase

Sebelumnya diberitakan, Walikota Eva Dwiana geram lantaran dua kelurahan di kecamatan Panjang terendam air usai diguyur hujan dengan intensitas sedang pada Sabtu (8/2/2025).

Baca Juga  Ria Hartini, Pemimpin DPRD Kota Metro yang Menyatu dengan Warga: “Saya Ini Hanya Perpanjangan Tangan”

Camat Panjang, Hendry Satria Jaya mengatakan hal tersebut diduga karena adanya penutupan saluran drainase oleh pihak PT. Pelindo sehingga air meluap dan membanjir dua kelurahan di wilayah yang dipimpinnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *