5W1HIndonesia.id, Internasional – Konflik bersenjata yang melibatkan dua negara antara Rusia dan Ukraina terus berlangsung. Dampak negatif yang harus diterima oleh Ukraina saat ini adalah invasi dari Rusia sejak 24 Februari 2022 lalu.
Bantuan berupa penampungan pengungsi, bantuan senjata, hingga jalur internet pun berdatangan dari beberapa pendukung Ukraina, salah satunya Satelit Starlink dari perusahaan milik Elon Musk.
Dilansir dari Kumparan, Starlink adalah konstelasi satelit penyedia jaringan internet, yang terdiri dari ribuan satelit di orbit rendah bumi (low earth orbit). Per Januari 2022, ada 1.400 lebih satelit Starlink fungsional yang mengorbit.
Memiliki piringan dengan diameter 58 cm yang disebut terimal, pengguna mendapatkan akses internet dari mana pun di Bumi, termasuk pulau terpencil di tengah Samudera Pasifik sekalipun.
Elon Musk pada tweet-nya mengatakan bahwa layanan internet miliknya saat ini telah mencakup wilayah Ukraina.
“Layanan Starlink sekarang aktif di Ukraina. Lebih banyak terminal dalam perjalanan,” tulis Elon Musk.
Kendati demikian, untuk kasus jaringan internet Starlink, jaringan ini menghubungkan pengguna langsung dengan satelit di luar angkasa, sehingga otoritas setempat, termasuk Rusia yang sedang menginvasi tidak bisa merusak, melumpuhkan, atau mengambil alihnya.(FO/SA)











