Amsterdam dipilih karena menjadi salah satu pusat ekonomi sirkular di Eropa sekaligus pintu masuk penting bagi investor, buyer, dan mitra bisnis internasional.
Ia menjelaskan, ICIF 2026 tidak hanya menghadirkan pameran inovasi, tetapi juga dirancang untuk menghasilkan kerja sama konkret melalui business matching, sesi investasi, diskusi, lokakarya, hingga pertemuan bisnis secara langsung antara delegasi Indonesia dengan investor global.
Bahkan, seluruh delegasi akan didampingi konsultan hukum investasi agar pembahasan kerja sama dapat berlanjut hingga tahap implementasi.
Dalam forum tersebut, delapan sektor inovasi akan dipromosikan, meliputi biomaterial dan biomassa, kemasan berkelanjutan, pangan dan pertanian sirkular, produk konsumen hasil daur ulang, material bangunan sirkular, teknologi pengolahan limbah, solusi industri berkelanjutan, hingga berbagai inovasi ekonomi sirkular masa depan. Sektor-sektor tersebut dinilai selaras dengan potensi unggulan yang dimiliki Provinsi Lampung.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal juga menekankan bahwa pengembangan ekonomi sirkular harus diarahkan pada pemanfaatan limbah pertanian dan perkebunan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Dengan dukungan investasi, inovasi teknologi, dan kolaborasi internasional, limbah tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mendukung pembangunan industri yang ramah lingkungan.
Pemerintah Provinsi Lampung juga memandang kerja sama internasional semacam ini sejalan dengan upaya mempercepat hilirisasi komoditas daerah, memperkuat daya saing industri, serta memperluas akses pasar ekspor.
Selain memperkenalkan potensi Lampung kepada dunia, forum tersebut diharapkan menjadi ruang lahirnya investasi baru yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui partisipasi dalam ICIF 2026, Pemerintah Provinsi Lampung berharap semakin banyak pelaku usaha, industri, dan inovator daerah yang memperoleh akses terhadap teknologi, pasar, serta kemitraan global.
Pada akhirnya, langkah tersebut diharapkan menciptakan nilai tambah bagi hasil pertanian Lampung, membuka lapangan kerja, meningkatkan investasi berkelanjutan, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat Lampung melalui pembangunan ekonomi yang lebih hijau dan berdaya saing. (Rls/SA)











