5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung — Provinsi Lampung kembali mencatatkan kinerja positif dalam pengendalian inflasi. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) per 2 Juni 2026, Lampung masuk dalam 10 provinsi dengan tingkat inflasi terendah secara year-on-year (yoy) di Indonesia dengan angka inflasi sebesar 1,94 persen.
Capaian tersebut disampaikan oleh Pelaksana Harian (Plh.) Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Gerakan Jaminan Produk Halal.
Kegiatan tersebut diikuti secara virtual oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansah, dari Ruang Command Center Lantai II Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Lampung, Senin (8/6/2026).
Dalam paparannya, Pudji Ismartini menjelaskan bahwa dua kabupaten/kota di Provinsi Lampung juga tercatat sebagai daerah dengan tingkat inflasi terendah di Pulau Sumatera secara year-on-year, yakni Kota Bandar Lampung dengan inflasi sebesar 1,79 persen dan Kabupaten Lampung Timur sebesar 1,88 persen.
Secara nasional, BPS mencatat pada Mei 2026 terjadi inflasi year-on-year sebesar 3,08 persen. Komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi adalah emas perhiasan yang mengalami kenaikan harga sebesar 38,97 persen dan menyumbang andil inflasi sebesar 0,63 persen.
Selain emas perhiasan, komoditas beras menjadi penyumbang inflasi terbesar kedua dengan tingkat inflasi sebesar 4,55 persen dan andil sebesar 0,18 persen. Komoditas lain yang turut memengaruhi inflasi antara lain daging ayam ras, tarif angkutan udara, minyak goreng, dan sejumlah komoditas lainnya.
Sementara itu, berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) hingga 5 Juni 2026, tercatat sebanyak 34 provinsi mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan empat provinsi mengalami penurunan.











