“Daerah itu dapat dilakukan beragam upaya pengintegrasian fungsi pendidikan dengan pola sosial yang ada. Bentuk partisipasi masyarakat dan pendidikan dapat direalisasikan dalam sistem kehidupan yang ada, misalnya melalui pendekatan sektor agama, kesenian daerah, pendidikan masyarakat,” paparnya.
“Selanjutnya tumbuh pembauran unsur-unsur pendidikan dengan masyarakat sekitar melalui pengintegrasian tempat tinggal,” lanjutnya.
Sementara itu, bakal calon Wakil Walikota Metro Fritz Akhmad Nuzir menambahkan bahwa pembangunan dari segi ekonomi dapat dilihat dari kemampuan pendidikan tersebut dalam mempengaruhi kegiatan ekonomi yang berkembang di sekitarnya.
Suatu kota pendidikan dicirikan oleh keterkaitan simbiosis antara kegiatan dan usaha ekonomi dengan pendidikan. Pendidikan mampu mendukung perkembangan usaha-usaha ekonomi melalui kontribusinya sebagai pusat ilmu, dan riset teknologi.
“Kepariwisataan adalah salah satu kegiatan ekonomi yang mampu dikembangkan secara interaktif dengan fungsi pendidikan, yang memberi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Dari segi lingkungan, prinsip dasar dari pengembangan suatu kota pendidikan adalah kemampuankota tersebut untuk mengintegrasikan unsur-unsur yang ada dalam kota tersebut,” ujar Fritz.
Menurutnya, mengutip dari Howard (1850–1928) perlunya dikembangkan suatu lingkungan integral yang mempertimbangkan kaidah-kaidah yang berlaku. Pengintegrasian lingkungan ini dapat dilakukan dengan beragam pendekatan.
“Kota pendidikan merupakan suatu kota yang mempunyai fungsi dan identitas khusus,” tandas Fritz. (Rls/SA)











