Bandar LampungLampungPemerintahan

Kolaborasi Multi-Pihak Diperkuat, Lampung Siapkan Diri Jadi Sentra Industri Agro

48
×

Kolaborasi Multi-Pihak Diperkuat, Lampung Siapkan Diri Jadi Sentra Industri Agro

Sebarkan artikel ini
Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Bani Ispriyanto, mewakili Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dalam acara Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Lampung yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Lampung || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung
Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Bani Ispriyanto, mewakili Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dalam acara Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Lampung yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Lampung || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

Dengan strategi tersebut, Gubernur optimistis Lampung mampu mempercepat transformasi ekonomi, mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah, serta menjadikan hilirisasi sebagai motor pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Forum ini bukan hanya memperkaya literatur ekonomi, tetapi juga harus melahirkan rekomendasi konkret bagi pembangunan daerah. Mari jadikan hilirisasi sebagai gerakan bersama demi kesejahteraan petani, kemajuan industri, dan daya saing Lampung di tingkat nasional maupun global,” pungkasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan talkshow yang dimoderatori Jurnalis sekaligus presenter Metro TV, Jessica Wulandari dan menghadirkan 4 narasumber profesional yaitu : Kepala Bank Indonesia Perwakilan Lampung Bimo Epyanto, Sekretaris Direktorat Jendral Industri Agro Kementerian Perindustrian RI, Yulia Astuti, Direktur Corporate PT Great Giant Pineapple Welly Soegiono dan Excecutive Director PT Sumber Karunia Alam Mulyono Susilo.

Baca Juga  PLN UID Lampung Optimalkan Pemeliharaan Tanpa Padam Selama Nataru

Dalam sesi diskusi, Kepala Bidang Perencanaan Perekonomian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Lampung, Ridwan Saifuddin menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung telah menjadikan hilirisasi sebagai instrumen utama dan sejalan dengan program strategis nasional yang telah dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Jangka Panjang Daerah (RPJMD dan RPJPD) Lampung.

Ridwan mengatakan bahwa pertanian menjadi basis utama program hilirisasi di Provinsi Lampung, melalui pendekatan share value diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat.

Baca Juga  Kolaborasi Lintas Instansi, PLN Kebut Pemulihan Kelistrikan Aceh

Menurutnya proses hilirisasi pertanian di Lampung masih menghadapi tantangan yang sangat besar dan membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari semua pihak baik pihak industri swasta, akademisi dan pelaku pertanian kecil dan menengah serta pemerintah pusat.

Sementara itu Subhan Siafari, Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran hasil perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Perkebunan Provinsi Lampung dalam upayanya meningkatkan hilirisasi di sektor perkebunan telah melakukan berbagai upaya konkrit melalui peningkatan produktivitas dan populasi tanaman perkebunan dan menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak.

Dari sisi akademisi, Arivina Ratih Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung memberikan insight bahwa hilirisasi dari sudut pandang ekonomi adalah memberdayakan sumber daya yang dimiliki agar dapat menghasilkan added value yang lebih besar.

Baca Juga  Pemprov Lampung Usulkan Tiga Raperda Baru, Termasuk Perubahan Status BUMD

Tantangan seperti iklim investasi, penyesuaian dan kontribusi pendidikan pada hilirisasi serta implementasi kebijakan di lapangan menjadi beberapa faktor yang perlu mendapatkan perhatian.

Diskusi ini diharapkan dapat dilanjutkan untuk mewujudkan hilirisasi produk unggulan di Provinsi Lampung. Kesamaan pandangan, startegi dan komitmen menjadi instrumen penting dalam mewujudkan hilirisasi yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung. (Rls/SA)