Mulai dari perencanaan usaha, pengelolaan sumber daya manajemen dalam kewirausahaan pemasaran hingga pengelolaan keuangan yang efektif dan efisien, tepat sasaran, tepat tujuan berhasil guna dan berdaya guna.
“Para peserta untuk dapat menggali potensi diri, memperluas wawasan tentang dunia usaha dan pengetahuan serta keterampilan yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga dapat meningkatkan kapabilitas, kapasitas dan potensi kita semua sehingga dapat menjadi contoh yang baik bagi seluruh anggota gerakan pramuka di Indonesia,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Bachtiar meminta kepada bidang aset dan usaha, agar dapat terus berinisiatif dan berinovasi dalam menciptakan peluang bisnis dan usaha yang memperkuat jaringan kewirausahaan di seluruh Indonesia.
Menurutnya, bidang aset dan usaha Kwarnas menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung ketahanan ekonomi di dalam jajaran gerakan pramuka.
“Bidang ini juga tentunya memiliki strategis dalam memfasilitasi pramuka untuk mengakses berbagai peluang usaha yang ada, sekaligus dapat memberikan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kapasitas sebagai wirausaha muda dari generasi pramuka yang ada saat ini,” tandasnya.
Bimtek ini berlangsung tanggal 7-9 November 2024 yang diikuti sebanyak 45 peserta penegak dan pandega yang terdiri dari 35 orang Kwarda Lampung dan 10 orang dari Kwarda Sumatera Selatan.
Turut hadir pada kesempatan itu, Wakil Ketua Kwarnas Bidang Aset dan Usaha Yulius, Ketua Harian Kwarda Gerakan Pramuka Lampung Jainuri, dan Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumatera Selatan Riza Fahlevi. (Rls/SA)











