“Jadi akan lihat pelanggaran yang lebih dominan saat ini seperti apa. Kalau di sini pelanggaran yang paling dominan adalah terlihat secara kasat mata dan menindak pelanggar yang tidak menggunakan helm,” paparnya.
Sasaran tematik saat ini yang akan ditindak adalah pengendara motor yang tidak menggunakan helm, melawan arus atau menerobos lampung lalu lintas.
Namun begitu Rafli menyebutkan bukan berarti pengendara kendaraan roda atau empat bebas dalam operasi ini. Tetap akan dilakukan pemeriksaan kelengkapan surat-surat kendaraan, penggunaan masker, lampu sen tidak menyala, lampu strobo dan pelanggaran lain.
“Termasuk juga pengendara motor, bukan hanya tidak menggunakan helm saja yang akan kita tindak. Kelengkapan surat-surat pun akan kami periksa, begitu juga penggunaan masker, melawan arus, menggunakan hp saat mengemudi serta pelanggaran lain,” ungkapnya.
Sejauh ini, pihaknya telah melakukan himbauan kepada masyarakat dan semoga upaya pendisiplinan secara persuasif ini dapat semakin mendisiplinkan masyarakat dan dijadikan kebiasaan untuk mematuhi aturan berlalu lintas.
“Kami siap menciptakan Kamseltibcarlantas dan pengamanan Idul Adha 1441 H yang kondusif di wilayah hukum Polresta Bandarlampung agar operasi patuh krakatau membawa perubahan yang dampaknya dapat dirasakan langsung masyarakat,” paparnya.
Kesadaran disiplin dan ketaatan ketertiban masyarakat dapat meningkat agar menekan timbulnya kecelakaan serta memutus mata rantai Covid-19.
“Patuhi himbauan pemerintah tentang protokol kesehatan. Gunakan masker saat di luar rumah, selalu mencuci tangan, dan jaga kondisi tubuh supaya sehat dan bugar dengan makan makanan bergizi serta bergaya hidup bersih dan sehat,” pungkasnya. (FO/SA)











