close
Bandar LampungLampungPemerintahan

Libur Nataru, Surat Keterangan Non-Reaktif Jadi Syarat Pendatang Masuk Bandar Lampung

×

Libur Nataru, Surat Keterangan Non-Reaktif Jadi Syarat Pendatang Masuk Bandar Lampung

Sebarkan artikel ini

5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung – Surat keterangan non-reaktif berdasarkan hasil rapid test menjadi syarat bagi pemudik atau pendatang yang akan masuk ke Kota Bandar Lampung.

Kebijakan tersebut disampaikan Wali Kota Bandar Lampung Herman HN, usai memimpin Rapat Koordinasi Penegakan Protokol Kesehatan jelang Perayaan Natal & Pengamanan Tahun Baru 2021 (Nataru), di Ruang Rapat Wali Kota, Selasa (22/12/2020).

Berdasarkan keputusan Wali Kota Bandar Lampung Herman HN, pemudik dari luar kota yang akan masuk, untuk bertemu keluarga atau berlibur wajib menunjukkan surat keterangan sehat.

Baca Juga  Luar Biasa! Warga Kedaton Hibahkan Tanah Demi Bantu Pemkot Bandar Lampung Atasi Banjir

“Kita jaga di perbatasan, para pengujung akan diperiksa dan harus menunjukan surat keterangan sehat, non-reaktif pada hasil rapid tesnya,” ujar Herman HN.

Surat ini diperlukan untuk antisipasi penyebaran Covid-19 di Kota Bandar Lampung dan ditujukan kepada petugas di empat posko penjagaan, di Lapangan Baruna Panjang, Ramayana Tanjung Karang, Simpang Sukamaju Teluk Betung Barat dan di Pos Terminal Rajabasa.

Baca Juga  Tekan Penyebaran Virus Corona, Pemkot Bandarlampung Siapkan 5000 Alat Rapid Test

“Kalau dia (pemudik) nggak bawa surat tersebut, akan disuruh balik lagi,” ujar Herman HN.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung juga tidak membatasi jumlah angkutan pemudik maupun barang yang hilir mudik ke Bandar Lampung, dengan syarat supir maupun penumpang dinyatakan sehat dari virus Corona.

Baca Juga  Jelang Puasa 2020 Ketersediaan Pangan Aman, Dinas Pangan Naikan 10% Kebutuhan Hari Biasa

“Misal dalam kendaraan ada empat orang, keempatnya wajib memiliki surat sehat itu,” jelasnya.

Sementara, untuk tetap memajukan perekonomian di Bandar Lampung, Pemkot Bandar Lampung tidak menutup destinasi wisata atau tempat hiburan, dengan catatan menerapkan protokol kesehatan.

“Destinasi wisata di Kota Bandar Lampung juga kita jaga, nggak boleh melampaui batas target. Pengunjung dibatasi hanya 50% saja dari biasanya,” tandasnya. (AI/SA)

Visited 140 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *