Ini sejalan dengan upaya Pemprov Lampung untuk menciptakan generasi yang berdaya saing dan berprestasi, dengan memberikan alternatif kegiatan positif di tengah dominasi dunia digital.
Partisipasi dalam kompetisi internasional seperti Bali International Choir Festival juga menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan seni dan budaya Lampung ke mata dunia, membawa harum nama daerah, dan menarik minat wisatawan.
Lebih dari itu, acara ini menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah, masyarakat (khususnya orang tua), dan lembaga seni (Gita Nada Lampung Community), menciptakan ekosistem yang sehat untuk pengembangan generasi muda, serta memperkuat semangat kebersamaan dan persatuan di Lampung yang beragam.
Pembina Gita Nada Lampung Community, Anshori Djausal, dalam kesempatannya juga menyampaikan pentingnya dukungan terhadap kegiatan anak-anak.
“Bangsa ini akan mempertahankan jati dirinya bukan hanya karena teknologi dan ekonomi, tetapi cinta tanah air dan budaya. Dalam sajian anak-anak kita melihat proses menjadi bangsa Indonesia yang bersatu, kompak, dan saling mencintai,” bebernya.
“Barangkali itu kenapa generasi selalu mendorong anak-anak mengikuti berbagai kegiatan yang ada baik di Indonesia maupun di mancanegara,” sambung Anshori.
Anshori menekankan bahwa proses latihan keras yang dilakukan oleh anak-anak akan menghasilkan karya dan semangat yang menunjukkan masa depan gemilang.
Pemerintah Provinsi Lampung melalui TP. PKK Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus bergandengan tangan dengan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak muda.
Diharapkan, prestasi yang akan diraih oleh Gita Nada Lampung Community di Bali International Choir Festival 2025 akan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berkarya dan mengharumkan nama Lampung. (Rls/SA)











