Gubernur berpesan agar organisasi APJI dapat diibaratkan seperti sebuah masakan, di mana seluruh komponen harus berpadu dan bekerjasama untuk menghasilkan kualitas terbaik.
“Saya yakin dengan tim baru ini, APJI Lampung makin solid dan makin terasa manfaatnya di tengah masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung,” tandas Bani menutup sambutan.
Sementara itu, Ketua Umum DPP APJI Tashya Megananda Yukki, menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum awal pengabdian strategis APJI dalam memajukan industri jasaboga nasional maupun daerah.
Ia menekankan posisi APJI sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya dalam mendukung program prioritas nasional, Makan Bergizi Gratis (MBG).
”APJI dipercaya oleh Kementerian Pertahanan dan Universitas Pertahanan untuk melatih 32.000 Sarjana Penggerak Pembangunan yang kini menjadi pimpinan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) atau Dapur MBG di seluruh Indonesia. Kami telah menurunkan 500 trainer dari anggota kami,” ujar Tashya.
Menyadari pentingnya standar keamanan pangan bagi generasi penerus bangsa, Tashya mengumumkan pembentukan Satgas MBG APJI.
Satgas ini bertugas memberikan pendampingan teknis lanjutan mengenai manajemen katering industri, higienitas, dan sanitasi kepada dapur-dapur umum dan relawan di daerah yang mungkin masih memiliki keterbatasan pengetahuan teknis.
”Yang kita beri makan ini anak-anak penerus bangsa. Maka, APJI merasa bertanggung jawab memberikan bekal lebih kepada para relawan,” tambahnya.
Selain fokus pada program gizi nasional, Tashya juga membawa kabar segar bagi pelaku UMKM kuliner di Lampung. DPP APJI berkomitmen melakukan scaling-up usaha mikro dengan menyediakan fasilitas desain kemasan (packaging) gratis bagi produk anggota yang lolos kurasi, guna menembus pasar nasional dan internasional.
Tashya mengungkapkan peluang ekspor yang terbuka lebar melalui jaringan toko APJI yang telah dibuka di Amsterdam, Belanda.
”Masyarakat di Belanda sangat menyukai keripik pisang. Saya ingat Lampung adalah sentra keripik pisang. Ini peluang besar untuk dikurasikan, diperbaiki kemasannya, dan kita pasarkan di Amsterdam,” ungkap Tashya. (Rls/SA)











