“Maka langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah membangun konsolidasi, koordinasi, dan komunikasi dengan semua elemen termasuk bersama para Dubes,” tuturnya.
Ia menyebutkan Provinsi Lampung juga telah banyak menorehkan capaian kemajuan pembangunan salah satunya pada triwulan II 2022 pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung secara triwulan menempati peringkat pertama nasional sebesar 9,12 % (q to q).
“Berbagai capaian keberhasilan pembangunan di Lampung berkat kerja keras bersama Bupati/Walikota, para Dinas dan menempatkan para pegawai sesuai keahlian dan profesi. Insha Allah ke depan Lampung Berjaya,” bebernya.
Kemudian, adanya program unggulan Kartu Petani Berjaya (KPB) yang akan memberikan kemudahan kepada para petani seperti ketersediaan sarana produksi pertanian, akses keuangan/permodalan dan pembinaan petani.
“Dan juga terhadap penanganan panen dan pasca panen, pemasaran hasil usaha pertanian, dan beasiswa mahasiswa anak petani,” ujarnya.
Dihadapan para Dubes, Arinal menyebutkan potensi pertanian di Provinsi Lampung sangat berlimpah dan berkontribusi terhadap nasional seperti padi sebesar 2,7 Juta Ton atau peringkat 6 Nasional dan singkong sebesar 5,9 juta ton atau peringkat 1 nasional.
Kemudian, lada sebesar 14,7 ribu ton atau peringkat 2 nasional, nanas sebesar 662 ribu ton atau peringkat 1 nasional, dan pisang sebesar 792 ribu ton atau peringkat 1 nasional.











