close
LampungNasionalPemerintahan

Lampung Buka Peluang Investasi, 15 LoI Ditandatangani dalam Ajang LEIF 2025

×

Lampung Buka Peluang Investasi, 15 LoI Ditandatangani dalam Ajang LEIF 2025

Sebarkan artikel ini
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat menjadi Keynote Speaker pada Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2025 yang digelar di Ballroom Hotel Pullman, Jakarta || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat menjadi Keynote Speaker pada Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2025 yang digelar di Ballroom Hotel Pullman, Jakarta || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

5W1HIndonesia.id, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berhasil menarik antusiasme tinggi investor dalam Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2025 yang digelar di Ballroom Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Kegiatan yang dihadiri puluhan investor asing itu mencatat capaian penting dengan penandatanganan 15 Letter of Intent (LoI) untuk berbagai proyek strategis daerah.

Baca Juga  Tahun 2028, Pemprov Lampung Targetkan 90 Persen Jalan Provinsi Mantap

Kegiatan yang digelar bersama Forum Investasi Lampung (FOILA) tersebut menjadi ajang strategis untuk mempromosikan potensi investasi daerah, memperkuat hilirisasi komoditas unggulan, sekaligus memperkenalkan Lampung sebagai magnet baru investasi nasional.

Kehadiran investor dari Jepang, Belgia, Filipina, Malaysia, hingga Tiongkok dinilai menjadi bukti meningkatnya kepercayaan komunitas internasional terhadap potensi ekonomi Lampung.

“Lampung siap menjadi pusat hilirisasi lima komoditas strategis: kelapa, kopi, lada, ubi kayu, dan udang,” ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat menjadi Keynote Speaker pada kegiatan tersebut.

Baca Juga  Lampung Tuan Rumah FESyar Sumatera 2025, Menuju Pusat Ekonomi Syariah

Gubernur menyebut, dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp 483,8 triliun pada 2024, yang menempatkan Lampung di posisi keempat tertinggi di Sumatra, daerahnya membuka peluang besar bagi investasi di sektor pangan, energi baru terbarukan, dan pariwisata berkelanjutan.

Baca Juga  Pemkot Bandar Lampung akan Vaksinasi 7000 Siswa di Bandar Lampung

Gubernur Mirza juga mengungkapkan arah pembangunan ekonomi Lampung kini fokus pada peningkatan nilai tambah melalui penguatan industri pengolahan di daerah.

“Kebijakan hilirisasi menjadi jalan agar Lampung tidak hanya menjadi penghasil bahan mentah, tetapi juga pusat produksi bernilai tinggi,” tuturnya.

Visited 12 times, 1 visit(s) today