2. Fasilitasi Angkutan Udara dan Darat di Bandara Raden Inten II sebagai Embarkasi Antara.
3. Fasilitasi sarana prasarana kelengkapan Bandara Raden Intan II yang pelayanannya dialihkan ke Asrama Haji seperti Penyediaan X-Ray, Pagar Barikade daerah steril, Pemeriksaan tugas keimigrasian, Bea Cukai terkait barang bawaan jamaah.
4. Mengusulkan Petugas Haji Daerah (PHD) dalam membantu Petugas Kloter.
Samsudin mengatakan bahwa pada tahun lalu pelaksaan haji Provinsi Lampung berjalan dengan baik dan sukses.
“Tentu ini menjadi sebuah upaya yang harus kita lakukan terus bagi pemerintah untuk melayani pelaksaan ibadah haji disetiap provinsi,” ujarnya.
Ia berharap kedepan akan tersedia penerbangan langsung ke Mekkah dari Bandara Raden Inten II.
Samsudin mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dan bekerja sama dalam menciptakan sistem pengelolaan dana haji yang lebih efektif.
Sementara itu, Executive Board/Anggota Badan Pelaksana BPKH Bidang Investasi Surat Berharga, Investasi Emas, Analisis Portofolio, Penyelesaian Transaksi dan Penempatan Indra Gunawan mengatakan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan transparansi kepada masyarakat Lampung Tengah tentang pengelolaan dana haji.
Menurutnya, Provinsi Lampung merupakan salah satu daerah dengan jamaah haji terbanyak setiap tahunnya.
Ia berharap jamaah haji Indonesia khususnya Provinsi Lampung menjadi jamaah yang kuat, sehat dan melesat di dunia dan akhirat. (Rls/SA)











