“Masyarakat yang berada di pelosok desa terpencil, terlebih sampai dengan saat ini masih belum dapat mengakses listrik. Tentunya mereka memiliki hak yang sama untuk menikmati energi listrik. Untuk itu, PLN akan terus berupaya mewujudkannya,” katanya.
Sementara, Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UPPK) Lampung, Badruzzaman menjelaskan, PLN telah membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 10 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 4,5 kms dan trafo gardu distribusi sebanyak 3 unit berkapasitas 100 kva di Pekon Karang Brak Kecamatan Pematang Sawa Kabupaten Tanggamus.
“Penyalaan listrik di Pekon Karang Brak merupakan kelanjutan dari Pekon Teluk Brak yang telah menyala di tahun 2022, masih ada enam desa lagi di Kecamatan Pematang Sawa yang targetnya selesai di tahun 2023 ini,” bebernya.
Berdasarkan data, terdapat 13 desa lagi yang belum berlistrik di Provinsi Lampung. Menurutnya, semua desa di Provinsi Lampung terutama pada desa yang tidak terkendala baik secara teknis, administrasi dan perizinan ditargetkan berlistrik di tahun 2023.
“Melistriki desa, bukan sekedar mengejar pencapaian kinerja, tetapi bagian dari upaya PLN untuk mewujudkan keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (Rls/SA)











